Mengenang Nomo Koeswoyo, Musisi Koes Bersaudara yang Berani Sejak Remaja
Kamis, 16 Maret 2023 - 09:37 WIB
loading...
A
A
A
Tentu saja Koeswojo tidak mengizinkan, namun Nomo nekat melawan dan memilih berkelana ke Surabaya, Medan dan sejumlah kota besar lainnya.
“Nomo dianggap anak paling nakal di keluarga Koeswojo. Dia mendapat julukan Crossboy,” demikian dikutip dari buku Jurnalisme Sastrawi, Antologi Liputan Mendalam dan Memikat (2005).
Nomo Koeswoyo sejak awal terlibat di dalam Koes Brothers yang kemudian bersalin nama Koes Bersaudara. Pada tahun 1962, Koes Bersaudara pertama kali rekaman di perusahaan rekaman PT Irama, Cikini Jakarta.
Diawasi langsung oleh musisi Jack Lesmana (ayah musisi Indra Lesmana), sebanyak dua belas lagu direkam dalam piringan hitam. Kedua belas lagu itu di antaranya lagu Senja, Bis Sekolah, Telaga Sunyi, Weni dan Terpesona.
Djon memegang gitar bas, Tony pegang melody, Yon sebagai vocal dan Jan memegang gitar. Jan yang dimaksud adalah Jan Mintaraga yang kelak lebih dikenal sebagai pelukis komik.
Sementara karena dianggap belum mahir menggebuk drum, Nomo dibantu Iskandar, tetangga mereka. Album piringan hitam Koes Bersaudara pertama kali diluncurkan bersamaan acara Ganefo (Games of the New Emerging Forces) tahun 1963 di Jakarta.
Lagu-lagu Koes Bersaudara sontak mengudara di RRI dan radio milik Angkatan Udara. Duet suara Yon dan Yok mengingatkan pada popularitas grup musik Inggris Everly Brothers dan Kalin Twin.
“Nomo dianggap anak paling nakal di keluarga Koeswojo. Dia mendapat julukan Crossboy,” demikian dikutip dari buku Jurnalisme Sastrawi, Antologi Liputan Mendalam dan Memikat (2005).
Nomo Koeswoyo sejak awal terlibat di dalam Koes Brothers yang kemudian bersalin nama Koes Bersaudara. Pada tahun 1962, Koes Bersaudara pertama kali rekaman di perusahaan rekaman PT Irama, Cikini Jakarta.
Diawasi langsung oleh musisi Jack Lesmana (ayah musisi Indra Lesmana), sebanyak dua belas lagu direkam dalam piringan hitam. Kedua belas lagu itu di antaranya lagu Senja, Bis Sekolah, Telaga Sunyi, Weni dan Terpesona.
Djon memegang gitar bas, Tony pegang melody, Yon sebagai vocal dan Jan memegang gitar. Jan yang dimaksud adalah Jan Mintaraga yang kelak lebih dikenal sebagai pelukis komik.
Sementara karena dianggap belum mahir menggebuk drum, Nomo dibantu Iskandar, tetangga mereka. Album piringan hitam Koes Bersaudara pertama kali diluncurkan bersamaan acara Ganefo (Games of the New Emerging Forces) tahun 1963 di Jakarta.
Lagu-lagu Koes Bersaudara sontak mengudara di RRI dan radio milik Angkatan Udara. Duet suara Yon dan Yok mengingatkan pada popularitas grup musik Inggris Everly Brothers dan Kalin Twin.
Lihat Juga :