Dies Natalis ke-67, IPDN Hadirkan Dirjen Politik dan PUM Kemendagri Sebagai Narasumber

Selasa, 14 Maret 2023 - 21:31 WIB
loading...
Dies Natalis ke-67,...
IPDN gelar Seminar Nasional dengan tema ‘Kesiapan Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 Dalam Mewujudkan Pemilu yang Berkualitas, Demokratis, Jujur, Adil dan Bermartabat. (Ist)
A A A
SUMEDANG - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) gelar Seminar Nasional dengan tema ‘Kesiapan Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 Dalam Mewujudkan Pemilu yang Berkualitas, Demokratis, Jujur, Adil dan Bermartabat. Forum ilmiah ini dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-67 IPDN, yang jatuh pada Jumat, 17 Maret 2023.

Seminar Nasional ini diselenggarakan di Balairung Jenderal Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (14/3/2023). Dengan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber dan diikuti secara daring oleh peserta di seluruh Indonesia serta disiarkan secara live di kanal Youtube Humas IPDN.

Kegiatan ini diawali dengan pemutaran video tentang sejarah awal berdirinya kampus IPDN sampai dengan saat ini.

Rektor IPDN, Hadi Prabowo, berharap Dies Natalis ke-67 IPDN menjadi lembaga pendidikan tinggi kedinasan di bawah Kemendagri yang semakin unggul dan mencetak lulusan berintegritas.

“Dies Natalis ke-67 IPDN ini menjadi momentum untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Sehingga IPDN sebagai sekolah kedinasan di bawah Kemendagri akan mampu menyiapkan kader yang berkompeten, khususnya memberi pelayanan prima kepada masyarakat dalam pelaksanaan pemerintahan," ucap Hadi Prabowo.

Dalam kesempatan ini Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Politik dan PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar yang hadir sebagai narasumber mengatakan, alumni IPDN adalah perekat NKRI bahkan ada alumni yang dipercaya pemerintah untuk mengurus soal Politik Dalam Negeri, Pemilu, Parpol, Organisasi Kemasyarakatan, dan keamanan dalam negeri.

Lebih lanjut terkait pelaksanaan Pemilu serentak 2024, Bahtiar menyampaikan bahwa Pemilu sejak awal memang merupakan sebuah pertarungan, yang bahkan dimulai dari pembuatan aturan pelaksanaannya.

“Pembuatan undang-undang Pemilu itu sejak awal sudah terjadi pertarungan gagasan. Pertempuran segala macam gagasan untuk membangun sistem pemilu, baik secara proporsional terbuka, tertutup, kombinasi, dan lain sebagainya itu semua pertempuran gagasan ilmiah dan ujungnya adalah perebutan kekuasaan”, kata Bahtiar dalam keterangannya.

“Pertarungan dalam Pemilu itu bukan dimulainya pada saat tahapan, tetapi pada saat pembentukan undang-undang nya," tambah Bahtiar.

Dikatakan, Undang-Undang yang pasti akan terus didiskusikan di negeri ini adalah tentang kepemiluan. Karena ini berkaitan dengan pilihan sistem.
"Pilihan sistem ini berkorelasi untuk nantinya menghasilkan konfigurasi kekuatan sosial politik di tingkat nasional," ucap Bahtiar.

Saat ini, lanjutnya, Undang-Undang Pemilu sedang diuji MK terkait sistem Pemilu dan lain-lain. Saya kebetulan ditugaskan dari pihak pemerintah, sebagai Dirjen Politik dan PUM Kemendagri, dan sampai hari ini tidak ada pikiran terkait penundaan Pemilu, bahkan mendrafting sekalipun terkait penundaan pemilu pun tidak ada.

"Dan saya pastikan tidak ada agenda pemerintah unruk mengubah konstitusi UUD 1945 saat ini apalagi terkait Pemilu”, tegas Bahtiar.

“Kita sebagai penyelenggara negara harus clear. Pesan untuk rekan-rekan alumni dan civitas akademik IPDN yang melaksanakan Dies Natalis ke-67, kita harus punya sikap tegas untuk melawan pikiran-pikiran kotor para pihak yang hendak mengganggu eksistensi keberadaan IPDN," sebutnya.

"Alumni dan civitas akademik harus solid, maka terkait pemilu 2024 nanti, pilihlah calon Presiden dan calon legislatif yang mendukung eksistensi dan pengembangan IPDN ke arah yang lebih baik. Ini sekolah dibentuk oleh Presiden Soekarno tahun 1956 sebagai lembaga pendidikan kader yang memiliki wawasan nusantara dan perekat NKRI," tutup Bahtiar yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI).

Hadir langsung dalam kegiatan ini sebagai narasumber, antara lain Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari. Ketua Bawaslu RI diwakili Oleh Anggota Bawaslu Divisi Sumberdaya Manusia Organisasi dan Diklat, Herwyn JH Malonda. Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Heddy Lugito. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR. Ketua Dewan Pengarah Perludem, Titi Anggraini.

Selain dihadiri oleh para narasumber, Seminar Nasional yang dipandu oleh host Brigita Manohara ini dihadiri juga oleh para pejabat di lingkungan Ditjen Politik dan PUM Kemendagri, di antaranya adalah Direktur Organisasi Kemasyarakatan sekaligus Plh. Sekretaris Ditjen Politik dan PUM Kemendagri, Risnandar Mahiwa, Direktur Kewaspadaan Nasional, Sri Handoko Taruna. Direktur Politik Dalam Negeri, Syarmadani. Kepala Bagian Perencanaan, Andi Baso Indra. Plt. Kepala Bagian Umum, Roy Putra R.S Goy.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Sultra Tembus Peringkat...
Sultra Tembus Peringkat Terbaik Nasional di Ajang Kemendagri
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Rekomendasi
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Berita Terkini
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved