Asal Usul Nama dan Sejarah Probolinggo, Wilayah yang dijadikan Perang Paregreg
Rabu, 08 Maret 2023 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai pengganti Kyai Djojolelono, kompeni pun kemudian mengangkat Raden Tumenggung Djojonegoro, putra Raden Tumenggung Tjondronegoro, Bupati Surabaya ke 10 menjadi Bupati Banger kedua.
Berangkat dari politik adu domba kompeni, Kyai Djojolelono pun tetap memusuhi kompeni dan akhirnya ditangkap oleh Tumenggung Djojonegoro.
Setelah wafat, Kyai Djojolelono pun dimakamkan di pesarean “Sentono”, yang sampai saat ini dianggap oleh masyarakat sebagai makam keramat.
Di bawah kepemimpinan Tumenggung Djojonegoro, wilayah Banger kemudian tampak semakin makmur, penduduknya pun bertambah banyak. Masyarakat pun senang dan memberikan sebutan yang melekat padanya yakni, “Kanjeng Djimat.”
Sehingga jika digabung “Probolinggo” berarti sinar yang berbentuk tugu/gada/tongkat (nama tersebut kemungkinan merujuk pada penggambaran meteor atau bintang jatuh).
Berangkat dari politik adu domba kompeni, Kyai Djojolelono pun tetap memusuhi kompeni dan akhirnya ditangkap oleh Tumenggung Djojonegoro.
Setelah wafat, Kyai Djojolelono pun dimakamkan di pesarean “Sentono”, yang sampai saat ini dianggap oleh masyarakat sebagai makam keramat.
Di bawah kepemimpinan Tumenggung Djojonegoro, wilayah Banger kemudian tampak semakin makmur, penduduknya pun bertambah banyak. Masyarakat pun senang dan memberikan sebutan yang melekat padanya yakni, “Kanjeng Djimat.”
Asal Usul Nama Probolinggo
Pada tahun 1770, nama Banger oleh Tumenggung Djojonegoro diubah menjadi “Probolinggo”, “Probo” berarti sinar, “Linggo” berarti tugu, badan, tanda peringatan atau juga tongkat.Sehingga jika digabung “Probolinggo” berarti sinar yang berbentuk tugu/gada/tongkat (nama tersebut kemungkinan merujuk pada penggambaran meteor atau bintang jatuh).
(bim)
Lihat Juga :