Berebut Berkah Jelang Ramadhan, 4 Gunungan Sumpil dan Hasil Bumi Ludes Seketika
Minggu, 05 Maret 2023 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
Usia berdoa bersama warga kemudian mengarak gunungan yang berisi 1.000 sumpil hasil bumi dan jajanan pasar keliling kampung diiringi dengan drum blek, gerebeg sumpil ini dilaksanakan warga menyambut datangnya bulan puasa dengan harapan saat bulan puasa dayang bisa menjalankan ibadah dengan baik.
Sesampainya di Bukit Jabal, gunungan kemudian menjadi rebutan warga yang sudah berkumpul warga rela saling dorong dan berebut sumpil yang sudah dikemas dalam wadah plastik ini demi mendapatkan keberkahan, warga yang rela berebut gunungan sumpil ini mengaku makanan khas ini jarang sekali ditemukan.
Baca juga: Ratusan Warga Rela Berdesakan hingga Terjepit Demi Gunungan Hasil Bumi dan Buah Durian
“Dengan gunungan sumpil, kami berharap mendapat keberkahan sesuai dengan simbol dan makna yang terkandung dalam makanan khas kaliwungu ini,” kata salah seorang warga, Wawan.
Tradisi gerebeg sumpil dengan mengirab gunungan berisi makanan khas kaliwungu, mengandung filosofi keberkahan manusia dalam menjalani hidup harus seimbang.
“Gunungan ini sengaja diperebutkan warga sebagai bentuk keberkahan dan saling berbagi sesama manusia sumpil sendiri mengandung makna, menyerahkan diri kepada sang pencipta dengan iklhas,” kata Sutikno, pengurus Makam Eyang Pakuwaja.
Sesampainya di Bukit Jabal, gunungan kemudian menjadi rebutan warga yang sudah berkumpul warga rela saling dorong dan berebut sumpil yang sudah dikemas dalam wadah plastik ini demi mendapatkan keberkahan, warga yang rela berebut gunungan sumpil ini mengaku makanan khas ini jarang sekali ditemukan.
Baca juga: Ratusan Warga Rela Berdesakan hingga Terjepit Demi Gunungan Hasil Bumi dan Buah Durian
“Dengan gunungan sumpil, kami berharap mendapat keberkahan sesuai dengan simbol dan makna yang terkandung dalam makanan khas kaliwungu ini,” kata salah seorang warga, Wawan.
Tradisi gerebeg sumpil dengan mengirab gunungan berisi makanan khas kaliwungu, mengandung filosofi keberkahan manusia dalam menjalani hidup harus seimbang.
“Gunungan ini sengaja diperebutkan warga sebagai bentuk keberkahan dan saling berbagi sesama manusia sumpil sendiri mengandung makna, menyerahkan diri kepada sang pencipta dengan iklhas,” kata Sutikno, pengurus Makam Eyang Pakuwaja.
Lihat Juga :