Banjir Bandang di Luwu Utara Karena Faktor Alam dan Pembukaan Lahan di Hulu DAS
Jum'at, 17 Juli 2020 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi tanah, menurut Raditya, berkontribusi terhadap terjadinya luncuran material air dan lumpur. Jenis tanah dystropepts atau inceptisols dan batuan di lereng curam itu mudah longsor.
(Baca juga: Hujan 4 Jam Kota Sorong Dikepung Banjir, Pasien RSAL Dievakuasi )
Faktor alam lainnya, daerah tangkapan air (DTA) di Desa Balebo, Kecamatan Massamba berada pada kategori banjir limpasan tinggi sampai ekstrem. Sedangkan, DTA di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, dan Desa Malangke, Kecamatan Malangke, sebagian besar berada pada kategori banjir genangan tinggi.
Banjir ini tidak bisa dilepaskan dari ulah manusia. Raditya menyebut adanya pembukaan lahan di daerah hulu DAS Balease dan Penggunaan lahan yang masif untuk perkebunan kelapa sawit.
“Terkait dengan pembukaan lahan ini, salah satu rekomendasi dari KLHK adalah pemulihan lahan terbuka di daerah hulu,” pungkasnya.
(Baca juga: Hujan 4 Jam Kota Sorong Dikepung Banjir, Pasien RSAL Dievakuasi )
Faktor alam lainnya, daerah tangkapan air (DTA) di Desa Balebo, Kecamatan Massamba berada pada kategori banjir limpasan tinggi sampai ekstrem. Sedangkan, DTA di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, dan Desa Malangke, Kecamatan Malangke, sebagian besar berada pada kategori banjir genangan tinggi.
Banjir ini tidak bisa dilepaskan dari ulah manusia. Raditya menyebut adanya pembukaan lahan di daerah hulu DAS Balease dan Penggunaan lahan yang masif untuk perkebunan kelapa sawit.
“Terkait dengan pembukaan lahan ini, salah satu rekomendasi dari KLHK adalah pemulihan lahan terbuka di daerah hulu,” pungkasnya.
(msd)
Lihat Juga :