Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral 9 Perawan Cantik Pengiring Ritual Raja Jawa Bercinta dengan Ratu Laut Selatan

Sabtu, 04 Maret 2023 - 16:41 WIB
loading...
Bedhaya Ketawang, Tarian...
Tari Bedhaya Ketawang. Foto/Repro
A A A
Sembilan perawan cantik, dengan penuh gemulai bergerak mengikuti alunan mistis irama gamelan. Deburan ombak Laut Selatan, menyambut liukan para penari yang tengah memainkan Bedhaya Ketawang, untuk melepas persembahan ke samudera luas.

Baca juga: Kisah Panembahan Senopati 3 Hari 3 Malam Bercinta dengan Nyi Roro Kidul di Laut Selatan

Gemulai sembilan perawan cantik yang memainkan tarian sakral Bedhaya Ketawang, dengan iringan ritmis ini, selalu hadir dalam setiap upacara labuhan (lepas sesaji ke laut) di pantai selatan.



Dalam tradisi kekuasaan Kasunanan Surakarta, maupun Kasultanan Yogyakarta, tari Bedhaya Ketawang memiliki posisi penting. Bedhaya Ketawang yang dimainkan oleh sembilan perempuan cantik, merupakan media menghadirkan Ratu Kidul, penguasa laut selatan.

Baca juga: Cantik! Ini Wajah Ken Dedes Hasil Artificial Intelligence, Permaisuri Singasari yang Darahnya Mengaliri Para Raja Nusantara

Roh halus sang Ratu Selatan, dipercaya akan hadir dengan cara merasuki tubuh salah satu penari. Selanjutnya si penari berparas rupawan akan dibawa ke ruang khusus untuk kemudian disetubuhi Raja Jawa. "Guna mengundang roh halus Ratu Kidul, agar bersetubuh dengan sang raja," demikian dikutip dari buku Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX (2016).

Di Kasultanan Yogyakarta, tari Bedhaya Ketawang disebut sebagai tari Bedhaya Semang. Sementara penyebutan tari Bedhaya Ketawang lebih dilakukan di lingkungan Kasunanan Surakarta.

Hadirnya roh halus sang Ratu Selatan, yang merasuk pada tubuh penari dan kemudian berlanjut bersetubuh dengan Raja Jawa, ditafsirkan sebagai penyatuan kekuasaan sekaligus perlindungan.

Baca juga: Jenderal Bintang 3 Kostrad Tembus Pedalaman Papua, Temui Prajurit Tengkorak di Sarang KKB

Pertalian gaib antara keraton Jawa, dengan istana di bawah laut selatan diyakini akan membuat kekuasaan Raja Jawa tidak mudah goyah. Sebab sang Ratu Kidul telah turun tangan memberikan suaka atau baureksa.

Karenanya syarat-syarat upacara labuhan di pantai selatan yang beriringan dengan tari Bedhaya Ketawang, tak pernah meninggalkan pakem yang berlaku. Sesaji menyertakan kepala kerbau yang kemudian dilabuh ke laut kidul dengan sebuah rakit.

Pada saat hampir bebarengan, sesaji berupa gunting kuku dan rambut ditanam di garis batas air dengan hamparan pasir hitam Parangtritis. Di waktu yang sama utusan lain keraton kasultanan Yogyakarta membawa sesaji ke Gunung Merapi yang berada di arah utara.

Baca juga: Kisah Kedahsyatan Pasukan Estri Ladrang Mangungkung, Berisi Prajurit Wanita yang Luwes namun Mematikan

Sedangkan utusan kasunanan Surakarta membawa sesaji ke Gunung Lawu yang berada di arah timur. Pada Gunung Merapi dipercaya bertahta kekuasaan Kiai Sapu Jagad. Sedangkan Gunung Lawu tempat Kiai Tunggul Wulung. Ini dimaksudkan agar keseimbangan kosmik antara bumi dan air bisa dipertahankan.

Tari Bedhaya Ketawang sendiri merupakan tradisi yang menapaktilasi kisah pertemuan pendiri Kerajaan Mataram Islam, Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul, sang penguasa laut selatan.

Semua yang menjadi kesenangan sang Ratu dipenuhi. Mulai sesaji berupa kain batik parang rusak awisan dalem, dan kemben hijau kain cangkring sumekan gadung yang berpola hijau putih, yakni motif gadung mlati, hingga makanan kesukaanya.

Begitu pula dengan sembilan orang penari Bedhaya Ketawang. Mereka juga memakai busana batik dengan pola gadung mlati. Para penari rata-rata berparas rupawan. Mereka berasal dari lingkungan keluarga bangsawan, bagian dari kerajaan.

Baca juga: Kisah Panembahan Senopati, Bikin Siasat Gelar Pesta Miras untuk Taklukkan Pejabat Pajang

Selain berjiwa tenang, para penari Bedhaya Ketawang juga harus dalam keadaan bersih jasmani, yakni tidak dalam keadaan menstruasi. Dikisahkan, Raja Jawa bisa langsung melihat siapa penari yang diambilnya nanti.

Raja melihat penanda cahaya redup kehijauan yang memancar dari bagian paling tersembunyi (bagian intim) dari sang penari. Di saat itu, si penari Bedhaya Ketawang akan mengalami situasi kerasukan, di mana diyakini roh halus sang Ratu Selatan sedang merasukinya.

"Sang penari yang kerasukan, dibawa ke Proboyekso (kediaman pribadi raja), di mana puteri belia itu disetubuhi oleh Susuhunan (Raja Jawa) dalam ritual yang mengingatkan rayuan asmara antara Senopati dan Ratu Kidul," demikian tertulis dalam Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX (2016).
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
PLN EPI dan Keraton...
PLN EPI dan Keraton Yogya Dukung Penguatan Ekonomi Hijau di Gunungkidul
PLN EPI dan Keraton...
PLN EPI dan Keraton Jogja Kembangkan Green Economy Village di Gunung Kidul
Jokowi Kunjungi Sultan...
Jokowi Kunjungi Sultan HB X di Keraton Yogyakarta, Bahas Apa?
Rekomendasi
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Berita Terkini
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Infografis
Alasan Negara Arab Tidak...
Alasan Negara Arab Tidak Mau Bergabung dengan Koalisi Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved