15.000 Pengusaha Konstruksi Terancam, Kadin Jabar Minta Ini ke OJK
Kamis, 16 Juli 2020 - 23:27 WIB
loading...
A
A
A
Raditya menuturkan, tidak adanya relaksasi skema pembiayaan OJK, membuat pengusaha jasa kontruksi di Jabar kesulitan melanjutkan usaha. Mereka tidak bisa meminjam modal ke bank, lantaran terdampak pandemi. Hampir selama 4 bulan lamanya tak ada proyek pemerintah akibat dialihkannya APBD atau APBN untuk COVID.
Di Jabar, tutur Raditya, ada sekitar 15.000 pengusaha yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Selama empat bulan, aktivitas usaha mereka terhenti. Sekitar 20% dari jumlah itu, terpaksa beralih bisnis agar bisa menghidupi keluarganya.
"Sekarang sudah mulai adaptasi kebiasan baru, sektor usaha mulai menggeliat. Proyek pemerintah akan jalan kembali. Sebelumnya karena dana APDB dialihkan, mereka shock. Tapi sekarang mereka kesulitan modal. Ini yang bisa bantu hanya bank. Kalau tidak, mereka akan terancam tidak bisa melanjutkan usahanya lagi," tutur Raditya.
Dia berharap, semua pihak termasuk OJK bisa segera membuat skema relaksasi pembiayaan terutama modal kerja. Hal ini sesuai target bersama agar ekonomi nasional kembali pulih.
Di Jabar, tutur Raditya, ada sekitar 15.000 pengusaha yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Selama empat bulan, aktivitas usaha mereka terhenti. Sekitar 20% dari jumlah itu, terpaksa beralih bisnis agar bisa menghidupi keluarganya.
"Sekarang sudah mulai adaptasi kebiasan baru, sektor usaha mulai menggeliat. Proyek pemerintah akan jalan kembali. Sebelumnya karena dana APDB dialihkan, mereka shock. Tapi sekarang mereka kesulitan modal. Ini yang bisa bantu hanya bank. Kalau tidak, mereka akan terancam tidak bisa melanjutkan usahanya lagi," tutur Raditya.
Dia berharap, semua pihak termasuk OJK bisa segera membuat skema relaksasi pembiayaan terutama modal kerja. Hal ini sesuai target bersama agar ekonomi nasional kembali pulih.
(awd)
Lihat Juga :