Tanaman Langka Bunga Lampion Tumbuh Subur di Surabaya

Kamis, 16 Juli 2020 - 18:46 WIB
loading...
Tanaman Langka Bunga...
Bunga Lampion yang merupakan jenis tanaman langka kini mulai tumbuh di Kota Surabaya. Foto/Ist
A A A
SURABAYA - Bunga Lampion yang selama ini dikenal langka tumbuh subur dan mekar di Kota Surabaya. Bunga ini tumbuh di tengah pandemi COVID-19.

Di tempat aslinya, pohon dan bunga ini tumbuh di hutan dengan suhu sekitar 19 – 25 derajat celcius. Bunga yang sekilas bentuknya mirip mawar ini diketahui hanya ada dua saja di Kota Pahlawan. Pertama, di pedestrian Jalan Sedap Malam dan di sisi kiri Museum Bank Indonesia (BI).

Karena bentuknya menggantung seperti mawar sehingga tanaman ini juga dikenal dengan bunga lampion atau mawar venezuela. Sedangkan dalam bahasa ilmiah, bunga ini bernama brownea grandiceps.

Kepala Bidang RTH dan PJU Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Hendri Setianto menjelaskan, bunga lampion memiliki batang yang keras seperti pohon jambu air. Dalam usia 4–5 tahun, biasanya tanaman ini sudah berbunga.

“Karena di Surabaya sangat jarang sekali ditemui, makanya langka dan bunganya itu dalam satu tahun mekar di bulan-bulan tertentu saja,” kata Hendri, Kamis (16/7/2020).

Menurutnya, bunga lampion ini saat mekar hanya dalam kurun waktu 10 hari. Nah, setelah itu bunganya akan rontok dan muncul lagi. Sedangkan untuk perawatannya sendiri terbilang cukup mudah.

"Yang terpenting adalah airnya cukup dan diberi pupuk agar tumbuh suburNanti kita cangkok, kita coba kembangkan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati menuturkan, pihaknya kaget ketika melihat mawar Venezuela ini tumbuh mekar di sisi timur pintu masuk Balai Kota Surabaya.

"Kita tanam (mawar venezuela) itu sudah tahun 2012. Alhamdulillah kemarin kita kaget karena mekar. Terus yang bikin kaget lagi, tak pikir satu (bunganya), ternyata nambah-nambah," kata Erna.

Ia melanjutkan, sejarah penanaman bunga langka in dilakukan pada 2012 ketika Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menginstruksikan tak hanya sekadar membangun pedestrian jalan dengan ukuran minimal 2x2 meter untuk mencegah terjadinya genangan.

Tapi, untuk motif hingga PJU (Penerangan Jalan Umum) pedestrian, juga harus dilakukan penataan. Bahkan untuk tanamannya sendiri dipilihkan yang unik dan langka. (Baca juga: Menkes Terawan ‘Ngantor’ di Surabaya, Kinerja Eri Cahyadi Dipertanyakan)

"Jadi tidak hanya sekadar membangun pedestrian saja. PJU-nya, motifnya, juga disentuh. Kemudian tanamannya waktu itu bu wali juga minta yang langka-langka,” ungkapnya.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemkot Surabaya Dukung...
Pemkot Surabaya Dukung Pordi Jatim Bikin Turnamen Domino Lebih Besar
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Bertemu Komisi B DPRD...
Bertemu Komisi B DPRD Surabaya, Unicomindo Curhat Tagih Utang Pemkot Rp104 Miliar
DPRD Surabaya Akan Gelar...
DPRD Surabaya Akan Gelar Rapat Sengketa Sampah Pemkot dengan Swasta
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
Kalah Gugatan Kontrak...
Kalah Gugatan Kontrak Sampah, Pemkot Surabaya Dihukum Bayar Utang Rp104 Miliar
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Risma Apresiasi Sopir...
Risma Apresiasi Sopir Ambulans Kerja Tanpa Libur dan Pamrih
Risma PDIP Ingatkan...
Risma PDIP Ingatkan Bupati Bekasi Ade Kuswara: Kita Enggak Tahu Besok Mati, Lusa Mati
Rekomendasi
DUNLOP Hadirkan SmartCare...
DUNLOP Hadirkan SmartCare Warranty, Solusi Tenang Pengguna Ban BLUE RESPONSE TG
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved