DMI Jateng Dorong Peran Masjid sebagai Pusat Moderasi Beragama
Minggu, 26 Februari 2023 - 08:27 WIB
loading...
DMI Jateng menggelar Rakerwil dan Halaqoh dengan mengusung tema Masjid Sebagai Pusat Moderasi Beragama di Hotel Gracia, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (24/2/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng mendorong peningkatan peran masjid dalam penguatan gagasan moderasi beragama. Hal ini menjadi sangat penting mengingat Indonesia telah memasuki tahun politik.
”Kita akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama untuk menguatkan peran masjid sebagai pusat moderasi beragama ,” kata Ketua DMI Jateng, Ahmad Rofiq saat Rakerwil dan Halaqoh DMI Jateng yang mengusung tema Masjid Sebagai Pusat Moderasi Beragama di Hotel Gracia, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (24/2/2023).
DMI Jateng berencana membentuk tim pelatih yang akan disebar ke cabang DMI di daerah-daerah guna mensosialisasikan moderasi beragama. Para pelatih tersebut akan mendapat sesi Training of Trainers (TOT) sebelum turun ke daerah. Baca juga: Sambut Ramadhan 2023, Dewan Masjid Indonesia Serukan 5 Hal
"Jadi, kan sudah ada instruktur nasionalnya, kemudian ada melatih trainernya nanti supaya bisa mendiseminasi sebenarnya seperti apa gambaran moderasi beragama itu," ujar Rofiq. "Dan nanti ketika sudah ada trainer-trainer yang punya kompetensi terukur. itu yang nanti akan kita turunkan ke daerah-daerah yang ada di kabupaten/kota."
Rofiq pun menegaskan, moderasi beragama menjadi sangat penting di tengah tingginya konflik yang disebabkan ajaran kebencian dan kepentingan kelompok. "Harus disadari juga bahwa sejak keran demokrasi dan kebebasan dibuka, banyak kasus akibat menganggap paham mereka sendiri yang benar," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Rofiq juga menekankan bahwa dalam moderasi beragama untuk tidak menjadikan masjid sebagai senjata politik atas nama agama.
Direktur Program DMI Pusat, Munawar Fuad mengapresiasi langkah dan inisiatif pengurus wilayah DMI Jateng. Fuad menyebut, moderasi beragama adalah solusi dan penengah dari konflik yang timbul akibat adanya perbedaan dan kelompok kepentingan.
”Kita akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama untuk menguatkan peran masjid sebagai pusat moderasi beragama ,” kata Ketua DMI Jateng, Ahmad Rofiq saat Rakerwil dan Halaqoh DMI Jateng yang mengusung tema Masjid Sebagai Pusat Moderasi Beragama di Hotel Gracia, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (24/2/2023).
DMI Jateng berencana membentuk tim pelatih yang akan disebar ke cabang DMI di daerah-daerah guna mensosialisasikan moderasi beragama. Para pelatih tersebut akan mendapat sesi Training of Trainers (TOT) sebelum turun ke daerah. Baca juga: Sambut Ramadhan 2023, Dewan Masjid Indonesia Serukan 5 Hal
"Jadi, kan sudah ada instruktur nasionalnya, kemudian ada melatih trainernya nanti supaya bisa mendiseminasi sebenarnya seperti apa gambaran moderasi beragama itu," ujar Rofiq. "Dan nanti ketika sudah ada trainer-trainer yang punya kompetensi terukur. itu yang nanti akan kita turunkan ke daerah-daerah yang ada di kabupaten/kota."
Rofiq pun menegaskan, moderasi beragama menjadi sangat penting di tengah tingginya konflik yang disebabkan ajaran kebencian dan kepentingan kelompok. "Harus disadari juga bahwa sejak keran demokrasi dan kebebasan dibuka, banyak kasus akibat menganggap paham mereka sendiri yang benar," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Rofiq juga menekankan bahwa dalam moderasi beragama untuk tidak menjadikan masjid sebagai senjata politik atas nama agama.
Direktur Program DMI Pusat, Munawar Fuad mengapresiasi langkah dan inisiatif pengurus wilayah DMI Jateng. Fuad menyebut, moderasi beragama adalah solusi dan penengah dari konflik yang timbul akibat adanya perbedaan dan kelompok kepentingan.
Lihat Juga :