Kasus Stunting di Blitar Memprihatinkan, Ada 390 Balita Alami Gizi Buruk
Sabtu, 25 Februari 2023 - 13:16 WIB
loading...
Kasus stunting atau bayi mengalami kondisi gizi buruk di Kota Blitar Jawa Timur, masih memperihatinkan. Pada bulan Februari 2023 ini diketahui ada 390 balita alami kekurangan gizi atau stunting.
A
A
A
BLITAR - Kasus stunting atau bayi mengalami kondisi gizi buruk di Kota Blitar Jawa Timur, masih memprihatinkan. Pada bulan Februari 2023 ini diketahui ada 390 balita alami kekurangan gizi atau stunting.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar Mohammad Agus Sabtoni, pihaknya terus melakukan pendataan kasus stunting. Baca juga: Miris, Bocah 8 Tahun di Cianjur Alami Gizi Buruk dengan Berat Badan Hanya 10 Kg
Dalam setahun rutin dilakukan dua kali pendataan, yakni pada bulan Februari dan Agustus. "Saat ini diketahui terdapat 390 kasus balita stunting ," ujar Mohammad Agus Sabtoni, Sabtu (25/2/2023).
Meski angka kasus stunting tahun ini relatif tinggi, yakni 390 kasus, namun bila dibandingkan tahun 2022, angka tersebut kata Agus telah turun. Yakni pada tahun 2022 terdapat 450 kasus balita stunting. "Data itu terhitung sepanjang Februari sampai Juli 2022," ungkapnya.
Dinkes Kota Blitar terus berusaha menekan angka kasus stunting. Melalui pendataan rutin, akan diketahui seberapa banyak balita di Kota Blitar yang berstatus stunting. Baca juga: Kisah Pilu Eri Shinta: Usia 10 Tahun Bobot 13 Kg, Sulit Berjalan dan Belum Bisa Berbicara
Dalam penanganan ini, dinkes melibatkan seluruh kader posyandu yang tersebar di semua kecamatan. Agus juga menghimbau para orang tua untuk selalu proaktif memeriksakan putra-putrinya."Ini untuk tercapainya gerakan Kota Blitar bebas stunting," pungkasnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar Mohammad Agus Sabtoni, pihaknya terus melakukan pendataan kasus stunting. Baca juga: Miris, Bocah 8 Tahun di Cianjur Alami Gizi Buruk dengan Berat Badan Hanya 10 Kg
Dalam setahun rutin dilakukan dua kali pendataan, yakni pada bulan Februari dan Agustus. "Saat ini diketahui terdapat 390 kasus balita stunting ," ujar Mohammad Agus Sabtoni, Sabtu (25/2/2023).
Meski angka kasus stunting tahun ini relatif tinggi, yakni 390 kasus, namun bila dibandingkan tahun 2022, angka tersebut kata Agus telah turun. Yakni pada tahun 2022 terdapat 450 kasus balita stunting. "Data itu terhitung sepanjang Februari sampai Juli 2022," ungkapnya.
Dinkes Kota Blitar terus berusaha menekan angka kasus stunting. Melalui pendataan rutin, akan diketahui seberapa banyak balita di Kota Blitar yang berstatus stunting. Baca juga: Kisah Pilu Eri Shinta: Usia 10 Tahun Bobot 13 Kg, Sulit Berjalan dan Belum Bisa Berbicara
Dalam penanganan ini, dinkes melibatkan seluruh kader posyandu yang tersebar di semua kecamatan. Agus juga menghimbau para orang tua untuk selalu proaktif memeriksakan putra-putrinya."Ini untuk tercapainya gerakan Kota Blitar bebas stunting," pungkasnya.
(don)
Lihat Juga :