Hasil Rapid Test Reaktif, Dua ASN Diminta Swab Test dan Isolasi Mandiri
Kamis, 16 Juli 2020 - 15:11 WIB
loading...
ASN di lingkungan Setda Pemda KBB saat rapid test yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan dan diketahui ada dua yang reaktif sehingga harus menjalani swab test, Kamis (16/7/2020). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto B
A
A
A
BANDUNG BARAT - Dua ASN di lingkungan Setda Kabupaten Bandung Barat (KBB) menunjukkan gejala reaktif saat menjalani rapid test, Kamis (16/7/2020). Keduanya lalu disarankan untuk melakukan test lanjutan dengan swab test untuk memastikan apakah mereka positif atau negatif COVID-19.
"Hasil rapid test ada dua yang reaktif, tapi ini tidak lantas jadi parameter menunjukkan positif COVID-19. Mereka harus jalani swab test untuk lebih memastikan lagi," kata Kasi Penyakit Tidak Menular (PTM), Dinas Kesehatan (Dinkes), KBB, Rahadian Malik saat ditemui di sela pelaksanaan rapid test.
Dijelaskannya, rapid test adalah semacam test awal untuk melihat seseorang reaktif atau tidak. Sementara hasil yang lebih akurat bisa dilihat dari swab test, itu pun minimal dilakulan dua atau tiga kali. Oleh sebab itu dirinya sudah menyarankan kepada dua ASN yang hasil rapid test menunjukkan gejala reaktif untuk swab test di Labkesda.
(Baca juga: Tak Ada Penyekatan, Polda Jabar Siap Amankan Mudik Idul Adha )
Dia pun menyarankan agar keduanya melakukan isolasi mandiri atau tidak beraktivitas dulu, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Itu sebagai antisipasi sampai nanti benar-benar diketahui pasti kondisinya berdasarkan swab test. Biasanya hasil swab test bisa diketahui dalam jangka waktu satu minggu. Disinggung soal pelaksanaan rapid test kali ini, Rahadian menyebutkan rencananya dilakukan kepada 365 ASN.
"Hasil rapid test ada dua yang reaktif, tapi ini tidak lantas jadi parameter menunjukkan positif COVID-19. Mereka harus jalani swab test untuk lebih memastikan lagi," kata Kasi Penyakit Tidak Menular (PTM), Dinas Kesehatan (Dinkes), KBB, Rahadian Malik saat ditemui di sela pelaksanaan rapid test.
Dijelaskannya, rapid test adalah semacam test awal untuk melihat seseorang reaktif atau tidak. Sementara hasil yang lebih akurat bisa dilihat dari swab test, itu pun minimal dilakulan dua atau tiga kali. Oleh sebab itu dirinya sudah menyarankan kepada dua ASN yang hasil rapid test menunjukkan gejala reaktif untuk swab test di Labkesda.
(Baca juga: Tak Ada Penyekatan, Polda Jabar Siap Amankan Mudik Idul Adha )
Dia pun menyarankan agar keduanya melakukan isolasi mandiri atau tidak beraktivitas dulu, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Itu sebagai antisipasi sampai nanti benar-benar diketahui pasti kondisinya berdasarkan swab test. Biasanya hasil swab test bisa diketahui dalam jangka waktu satu minggu. Disinggung soal pelaksanaan rapid test kali ini, Rahadian menyebutkan rencananya dilakukan kepada 365 ASN.
Lihat Juga :