13 Hari 6 Anak di Kahuripan Garut Meninggal, Dinkes Jabar Tetapkan KLB Difteri

Kamis, 23 Februari 2023 - 09:28 WIB
loading...
13 Hari 6 Anak di Kahuripan...
Enam anak di Desa Kahuripan, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, meninggal dunia dalam rentang waktu 6-19 Februari 2023, diduga akibat terserang difteri. Dinkes Jabar menetapkan status KLB difteri untuk Kabupaten garut. Foto/iNews TV/Ervan David
A A A
GARUT - Dalam rentang waktu 13 hari, yakni pada tanggal 6-19 Februari 2023, ada enam anak meninggal dunia di Desa Kahuripan, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jabar. Diduga, anak-anak tersebut meninggal dunia akibat terserang difteri.

Baca juga: Garut KLB Difteri, Kemenkes Beberkan Upaya Mencegah Penularan ke Wilayah Lain

Mengantisipasi penularan lebih meluas, dan jatuhnya korban baru akibat serangan difteri. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar, langsung menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri untuk Kabupaten Garut.



Dugaan serangan difteri tersebut, diketahui dari hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan Dinkes Jabar, serta identifikasi kasus penularan ke klinik tempat para korban di rawat.

Baca juga: Dibangun Dinasti Sailendra dan Ditemukan Adipati Yogyakarta Tan Jin Sing, Begini Kemegahan Candi Borobudur Hasil Pencitaraan AI

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Dinkes Jabar, Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Jabar, Dewi Ambarwati mengatakan ada dua anak dinyatakan positif difteri, dan sedang menjalani perawatan intensif. "Enam anak yang meninggal dunia, diduga akibat tertular dari dua anak yang positif difteri," tegasnya.

Dewi juga menyebutkan, dari data-data yang diperoleh Dinkes Jabar, diketahui tingkat vaksinasi difteri di Desa Kahuripan, masih sangat rendah. Yakni, hanya mencapai 40 persen dari total jumlah anak. Kondisi ini diduga menjadi penyebab tingginya penyakit difteri di kawasan tersebut.

13 Hari 6 Anak di Kahuripan Garut Meninggal, Dinkes Jabar Tetapkan KLB Difteri


"Selain persoalan rendahnya tingkat vaksinasi difteri, kesadaran orang tua untuk segera membawa anaknya ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan medis masih sangat rendah. Hal ini mengakibatkan jumlah korban meninggal akibat difteri menjadi sangat banyak," tegas Dewi.

Lebih lanjut Dewi mengatakan, difteri penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan, sehingga masyarakat harus mewaspadainya, dan segera membawa pasien ke Puskesmas serta rumah sakit ketika mengalami demam, nyeri saat menelan, serta ada warna putih di tenggorokan.

Baca juga: Pastikan Keamanan Laut Natuna Utara, KRI Disiagakan 24 Jam Setiap Hari

Dinkes Jabar, kata Dewi akan mendukung Dinkes Kabupaten Garut, dalam menangani KLB diftreri ini. Dewi juga menegaskan, semua anak usia 15 tahun ke bawah di Kabupaten Garut, akan langsung diberi imunisasi untuk mencegah penularan difteri.

"Racun difteri sangat berbahaya, dan bisa memicu henti jantung yang menyebabkan kematian. Difteri juga menyerang anak-anak serta orang dewasa, sehingga harus segera dilakukan penanganan medis di rumah sakit dengan diberi serum difteri ketika sudah dinyatakan positif terserang difteri," pungkas Dewi.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FGD Sespimma Polri Angkatan...
FGD Sespimma Polri Angkatan ke-75, Perkuat Community Policing Atasi Geng Motor di Garut
Bukber Apkarindo di...
Bukber Apkarindo di Garut Bahas Masa Depan Karet Rakyat
Warga Garut Diajak Hemat...
Warga Garut Diajak Hemat Energi
Teh Imas Dorong Warga...
Teh Imas Dorong Warga Garut Jadi Pelaku Ekonomi Digital, Bukan Sekadar Penonton
Anggota DPR Imas Aan...
Anggota DPR Imas Aan Ubudiah Dorong Warga Garut Jadi Netizen Produktif dan Cerdas
Teh Lola Berbakti Jilid...
Teh Lola Berbakti Jilid II Bangun Poskamling di Kampung Cinagara
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Rekomendasi
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
6 Negara yang Memiliki...
6 Negara yang Memiliki Angkatan Udara Terkuat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved