Waspada Bahaya Jejak Digital, Masyarakat Harus Bijak Bermain Media Sosial
Rabu, 22 Februari 2023 - 20:59 WIB
loading...
A
A
A
Anggota DPR RI Subarna menjelaskan jejak digital dapat disalahgunakan oleh sejumlah oknum. “Jejak digital yang berisi data pribadi rawan digunakan untuk disalahgunakan,” ujar Subarna, Rabu (22/02/2023).
Senior Account Manager Telkomsat Widy Sulistianto menjelaskan jejak internet dapat berdampak positif dan negatif. Ia dapat menjadi personal branding, tetapi juga dapat menjadi ancaman dan kerugian terhadap pribadi.
Dengan membangun pesona branding, pengguna mendapatkan sejumlah keuntungan: meningatkan kredibilitas, membangun kepercayaan diri, menemukan relasi dan memperluas jaringan, serta menciptakan berbagai peluang.
Sayangnya, menurutnya 89% masyarakat masih belum paham akan perlunya menjaga rekam jejak di internet. Hal ini tentu menimbulkan celah ancaman digital tersendiri, seperti kebocoran data, penggunaan wifi publik, pemakaian sandi yang buruk, dan penipuan melalui iklan Oleh karena itu, Widy Sulistianto memaparkan empat upaya perlindungan data pribadi: menggunakan jaringan Wi-Fi yang aman, memperkuat keamanan akun, mengindari phising, dan memperbaharui aplikasi dan menggunakan kunci pada layar smartphone. “Harus memiliki kemampuan agar terhindari dari ancaman digital,” jelasnya.
Melengkapi paparan Widy Sulistianto, Fajar Eri Dianto menuturkan menjaga rekam jejak digital dapat dilakukan dengan meningatkan kemampuan literasi digital. Lebih lanjut, ia menjelaskan ada empat pilar dari literasi digital: digital skills, digital safety, digital ethics, dan digital culture.
Senior Account Manager Telkomsat Widy Sulistianto menjelaskan jejak internet dapat berdampak positif dan negatif. Ia dapat menjadi personal branding, tetapi juga dapat menjadi ancaman dan kerugian terhadap pribadi.
Dengan membangun pesona branding, pengguna mendapatkan sejumlah keuntungan: meningatkan kredibilitas, membangun kepercayaan diri, menemukan relasi dan memperluas jaringan, serta menciptakan berbagai peluang.
Sayangnya, menurutnya 89% masyarakat masih belum paham akan perlunya menjaga rekam jejak di internet. Hal ini tentu menimbulkan celah ancaman digital tersendiri, seperti kebocoran data, penggunaan wifi publik, pemakaian sandi yang buruk, dan penipuan melalui iklan Oleh karena itu, Widy Sulistianto memaparkan empat upaya perlindungan data pribadi: menggunakan jaringan Wi-Fi yang aman, memperkuat keamanan akun, mengindari phising, dan memperbaharui aplikasi dan menggunakan kunci pada layar smartphone. “Harus memiliki kemampuan agar terhindari dari ancaman digital,” jelasnya.
Melengkapi paparan Widy Sulistianto, Fajar Eri Dianto menuturkan menjaga rekam jejak digital dapat dilakukan dengan meningatkan kemampuan literasi digital. Lebih lanjut, ia menjelaskan ada empat pilar dari literasi digital: digital skills, digital safety, digital ethics, dan digital culture.
Lihat Juga :