Selain Gang Besan Serpong, Ini 5 Penutupan Jalan Akses Warga yang Menghebohkan
Senin, 20 Februari 2023 - 05:31 WIB
loading...
A
A
A
Ketua RW 01 Kelurahan Manis Jaya H Ade Supiana mengatakan, lahan Jalan Dahwa sudah lama dihibahkan oleh pemiliknua, sehingga dirawat oleh warga dan beberapa perusahaan. Akan tetapi hendak diambil alih kembali oleh ahli waris.
Baca juga: 40 Tahun Dilalui Perusahaan dan Warga, Jalan Dahwa Jatiuwung Diklaim Ahli Waris
Tak terima dengan penembokan jalan, sejumlah perusahaan dan tokoh masyarakat setempat memprotes, Kamis (12/1/2023). Satpol PP Kota Tangerang akhirnya membongkar tembok penutup jalan kawasan industri dan permukiman warga yang dilakukan pemilik lahan.
“Jalan ini sudah dihibahkan sejak puluhan tahun lalu, masak sekarang mau ditarik kembali,” kata H Matsali, tokoh masyarakat Jalan Dahwa, Jatiuwung, Kota Tangerang.
2. Warga Tembok Akses Jalan Tetangga di Pulogadung
Kasus penembokan akses jalan tetangga di Pulogadung, Jakarta Timur, sempat viral pada Agustus 2022 lalu. Seorang warga di RT 011/RW 010, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, nekat bertindak konyol dengan membangun tembok sepanjang dua meter di depan rumah tetangga. Alhasil, tetangganya itu tidak memiliki akses jalan.
Baca juga: Warga Pulogadung yang Aksesnya Tertutup Tembok 2 Meter Pindah Rumah
Warga yang akses jalan rumahnya ditutupi tembok bernama Anisa (40). Sedangkan tembok yang menutupi akses jalan tetangganya itu dibangun oleh Widya (45). Keduanya merupakan tetangga saling bersebelahan.
Widya mengaku nekat membangun tembok yang menutupi akses jalan tetangganya lantaran kesal dengan perilaku keluarga Anisa. Widya menyebut Anisa beserta keluarganya sering memaki dan mengumpat dengan kata-kata kotor kepada keluarganya.
"Kalau kita tidak saling menghormati satu dengan yang lain, setidaknya jangan menimbulkan masalah. Masalah itu bukan fisik tapi yang utama adalah psikis. Nah, ini yang sulit kami maafkan sampai saat ini," kata Widya kepada wartawan, Rabu (3/8/2022).
Menurut Widya, lokasi tembok yang dibangun di atas akses jalan rumah Anisa tersebut masih bagian dari lahan miliknya. Lokasi tembok itu masih berada di atas tanahnya sesuai data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
3. Pembangunan Tembok SMKN 69 Jakarta
Pada 23 April 2022 warga RT 011/ RW 007, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, memprotes pembangunan tembok SMKN 69 Jakarta. Sebab pembangunan tembok SMKN 69 ini membuat warga setempat harus memutar terlebih dahulu untuk menuju jalan utama.
Baca juga: 40 Tahun Dilalui Perusahaan dan Warga, Jalan Dahwa Jatiuwung Diklaim Ahli Waris
Tak terima dengan penembokan jalan, sejumlah perusahaan dan tokoh masyarakat setempat memprotes, Kamis (12/1/2023). Satpol PP Kota Tangerang akhirnya membongkar tembok penutup jalan kawasan industri dan permukiman warga yang dilakukan pemilik lahan.
“Jalan ini sudah dihibahkan sejak puluhan tahun lalu, masak sekarang mau ditarik kembali,” kata H Matsali, tokoh masyarakat Jalan Dahwa, Jatiuwung, Kota Tangerang.
2. Warga Tembok Akses Jalan Tetangga di Pulogadung
Kasus penembokan akses jalan tetangga di Pulogadung, Jakarta Timur, sempat viral pada Agustus 2022 lalu. Seorang warga di RT 011/RW 010, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, nekat bertindak konyol dengan membangun tembok sepanjang dua meter di depan rumah tetangga. Alhasil, tetangganya itu tidak memiliki akses jalan.
Baca juga: Warga Pulogadung yang Aksesnya Tertutup Tembok 2 Meter Pindah Rumah
Warga yang akses jalan rumahnya ditutupi tembok bernama Anisa (40). Sedangkan tembok yang menutupi akses jalan tetangganya itu dibangun oleh Widya (45). Keduanya merupakan tetangga saling bersebelahan.
Widya mengaku nekat membangun tembok yang menutupi akses jalan tetangganya lantaran kesal dengan perilaku keluarga Anisa. Widya menyebut Anisa beserta keluarganya sering memaki dan mengumpat dengan kata-kata kotor kepada keluarganya.
"Kalau kita tidak saling menghormati satu dengan yang lain, setidaknya jangan menimbulkan masalah. Masalah itu bukan fisik tapi yang utama adalah psikis. Nah, ini yang sulit kami maafkan sampai saat ini," kata Widya kepada wartawan, Rabu (3/8/2022).
Menurut Widya, lokasi tembok yang dibangun di atas akses jalan rumah Anisa tersebut masih bagian dari lahan miliknya. Lokasi tembok itu masih berada di atas tanahnya sesuai data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
3. Pembangunan Tembok SMKN 69 Jakarta
Pada 23 April 2022 warga RT 011/ RW 007, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, memprotes pembangunan tembok SMKN 69 Jakarta. Sebab pembangunan tembok SMKN 69 ini membuat warga setempat harus memutar terlebih dahulu untuk menuju jalan utama.
Lihat Juga :