Kisah Dusun Sodom Gomorah di Banjarnegara yang Lenyap Misterius dalam Semalam
Jum'at, 17 Februari 2023 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
“Kejadian itu di luar dugaan warga karena longsoran melompati dan nyurung pekarangan Dusun Legetang,” tutur Toyib, yang saat kejadian berusia 11 tahun. Diakui Toyib, jauh sebelum kejadian longsor tersebut dia pernah main sendiri ke dusun yang masih tetangga desa tersebut.
Baca juga: Misteri Kitab Kacijulangan yang Berisi Ajaran dan Falsafah Spiritual
Dia menyebutkan, ketika itu, pernah main ke rumah saudaranya, almarhum Ahmad Nasir. Dalam kejadian tersebut, kelima saudaranya ikut hilang dan jasadnya tidak ditemukan karena terkubur longsoran. Ceritanya masyarakat setempat ada yang molimo khusus madon (main wanita) dan main (judi). “Kalau minum kan katanya, arak. Kalau arak, orang nggak kuat beli saat itu,” tuturnya.
Diceritakan Toyib, kehidupan warga Dusun Legetang saat itu, agamanya nol, kemudian akhlaknya bukan Islam. Hal tersebut karena Indonesia baru saja merdeka. Warga Dusun Legetang dulunya adalah para petani sukses dan makmur secara ekonomi. Sehingga warga di sana tidak kekurangan secara ekonomi karena panen yang melimpah.
Bahkan jika di daerah lain gagal panen namun tidak demikian di Dusun Legetang karena panen melimpah dengan kualitas yang baik dibanding daerah lain. Namun hal tersebut tidak menjadikan warganya bersyukur atas nikmat Allah. Sehingga banyak warga yang tenggelam dalam berbagai kemaksiatan.
Sumber: dok.sindonews
Baca juga: Misteri Kitab Kacijulangan yang Berisi Ajaran dan Falsafah Spiritual
Dia menyebutkan, ketika itu, pernah main ke rumah saudaranya, almarhum Ahmad Nasir. Dalam kejadian tersebut, kelima saudaranya ikut hilang dan jasadnya tidak ditemukan karena terkubur longsoran. Ceritanya masyarakat setempat ada yang molimo khusus madon (main wanita) dan main (judi). “Kalau minum kan katanya, arak. Kalau arak, orang nggak kuat beli saat itu,” tuturnya.
Diceritakan Toyib, kehidupan warga Dusun Legetang saat itu, agamanya nol, kemudian akhlaknya bukan Islam. Hal tersebut karena Indonesia baru saja merdeka. Warga Dusun Legetang dulunya adalah para petani sukses dan makmur secara ekonomi. Sehingga warga di sana tidak kekurangan secara ekonomi karena panen yang melimpah.
Bahkan jika di daerah lain gagal panen namun tidak demikian di Dusun Legetang karena panen melimpah dengan kualitas yang baik dibanding daerah lain. Namun hal tersebut tidak menjadikan warganya bersyukur atas nikmat Allah. Sehingga banyak warga yang tenggelam dalam berbagai kemaksiatan.
Sumber: dok.sindonews
(nic)
Lihat Juga :