Korban Tewas Banjir Bandang Lutra Bertambah Jadi 19 Orang
Rabu, 15 Juli 2020 - 23:40 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menyebutkan, beberapa kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Masamba, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat. “Kami berharap kondisi ini segera pulih seperti sedia kala,” ujar bupati. (Baca juga: Banjir Meluas, Warga Wajo Mengungsi Kedinginan dan Krisis Makanan )
Pihaknya juga terus melakukan pencarian korban yang masih terjebak banjir dan lumpur dengan melibatkan semua pihak, baik dari TNI, Polri, SAR, Basarnas, BPBD Lutra dan semua relawan kemanusian yang terlibat membantu.
Terkait upaya pemulihan, bupati menyebutkan, pihaknya saat ini fokus pembukaan jalan agar akses masuk di Masamba kembali lancar, namun demikian, dengan kondisi saat ini tentu membutuhkan waktu. Sehingga semua pihak harus bersabar.
“Jangka pendek yang harus dilakukan adalah pembukaan jalan, alat berat kita cukup dan itu sudah dilakukan, namun kendalanya saat ini karena sungai lebih tinggi daripada jalan sehingga belum memungkinkan membuang air ke sungai, sungai masih labil ditambah curah hujan. Yang pasti kita carikan upaya teknisnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Senin (13/7). Musibah tersebut terbilang parah, karena ribuan rumah terendam air, akses jalan putus, dan banyak warga melaporkan keluarganya hilang. Bahkan hingga kemarin, sebagian besar wilayah Kota Masamba masih tertutup lumpur tebal.
Pihaknya juga terus melakukan pencarian korban yang masih terjebak banjir dan lumpur dengan melibatkan semua pihak, baik dari TNI, Polri, SAR, Basarnas, BPBD Lutra dan semua relawan kemanusian yang terlibat membantu.
Terkait upaya pemulihan, bupati menyebutkan, pihaknya saat ini fokus pembukaan jalan agar akses masuk di Masamba kembali lancar, namun demikian, dengan kondisi saat ini tentu membutuhkan waktu. Sehingga semua pihak harus bersabar.
“Jangka pendek yang harus dilakukan adalah pembukaan jalan, alat berat kita cukup dan itu sudah dilakukan, namun kendalanya saat ini karena sungai lebih tinggi daripada jalan sehingga belum memungkinkan membuang air ke sungai, sungai masih labil ditambah curah hujan. Yang pasti kita carikan upaya teknisnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Senin (13/7). Musibah tersebut terbilang parah, karena ribuan rumah terendam air, akses jalan putus, dan banyak warga melaporkan keluarganya hilang. Bahkan hingga kemarin, sebagian besar wilayah Kota Masamba masih tertutup lumpur tebal.
(mpw)
Lihat Juga :