Keris Kiai Ageng Bondoyudo, Jimat yang Dikubur bersama Jasad Pangeran Diponegoro
Kamis, 09 Februari 2023 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya
Mata panah itu diperoleh melalui laku spiritual. Konon, kilatan cahaya yang tiba-tiba menghampiri Diponegoro saat khusyuk bersemedi. Kilatan cahaya yang menjelma mata panah itu lantas diberi nama Sarutomo.
Sarutomo merupakan nama yang terilhami dari Pasopati, senjata pamungkas Arjuna, tokoh Pandawa dalam kisah pewayangan Mahabarata. Oleh Diponegoro, mata panah itu lantas diubah menjadi sebilah belati.
Awalnya, belati itu dibawa oleh istri keempat Pangeran Diponegoro, Raden Ayu Maduretno atau Ratu Ayu Kedaton.
“Di penghujung tahun 1827, belati itu dilebur dengan dua senjata pusaka lain untuk membuat satu keris pusaka yang diberi nama Kiai Ageng Bondoyudo,” sambung Peter Carey.
Baca: Kisah Pangeran Diponegoro dan Karomah Para Kiai Kharismatik
Kiai Ageng Bondoyudo memiliki perwujudan ramping, tanpa lekukan. Dalam ulasan yang lalu, budayawan Kediri, Imam Mubarok mengatakan, bentuk keris seperti itu merupakan perpaduan antara gaya Majapahit dan Mataram.
Bentuk ramping Kiai Bondoyudo merupakan ciri khas tangguh Mageti. Dalam dunia perkerisan, tangguh adalah istilah untuk menyebut asal-usul keris pusaka dibuat.
Mata panah itu diperoleh melalui laku spiritual. Konon, kilatan cahaya yang tiba-tiba menghampiri Diponegoro saat khusyuk bersemedi. Kilatan cahaya yang menjelma mata panah itu lantas diberi nama Sarutomo.
Sarutomo merupakan nama yang terilhami dari Pasopati, senjata pamungkas Arjuna, tokoh Pandawa dalam kisah pewayangan Mahabarata. Oleh Diponegoro, mata panah itu lantas diubah menjadi sebilah belati.
Awalnya, belati itu dibawa oleh istri keempat Pangeran Diponegoro, Raden Ayu Maduretno atau Ratu Ayu Kedaton.
“Di penghujung tahun 1827, belati itu dilebur dengan dua senjata pusaka lain untuk membuat satu keris pusaka yang diberi nama Kiai Ageng Bondoyudo,” sambung Peter Carey.
Baca: Kisah Pangeran Diponegoro dan Karomah Para Kiai Kharismatik
Kiai Ageng Bondoyudo memiliki perwujudan ramping, tanpa lekukan. Dalam ulasan yang lalu, budayawan Kediri, Imam Mubarok mengatakan, bentuk keris seperti itu merupakan perpaduan antara gaya Majapahit dan Mataram.
Bentuk ramping Kiai Bondoyudo merupakan ciri khas tangguh Mageti. Dalam dunia perkerisan, tangguh adalah istilah untuk menyebut asal-usul keris pusaka dibuat.
Lihat Juga :