Majikan di Bandarlampung Aniaya ART karena Minta Berhenti Kerja
Rabu, 08 Februari 2023 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
"Ela ini sudah nggak betah dan mau berhenti bekerja dari rumah itu. Mungkin nggak terima atau gimana, jadi dia dianiaya. Padahal kan haknya pekerja mau berhenti atau lanjut karena memang nggak ada juga perjanjian kontrak kerja," ungkapnya.
Murni menambahkan, atas penganiayaan tersebut pihaknya telah melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan Resi dan disertakan dengan alat bukti foto dan visum.
Lebih lanjut Murni menjelaskan, penganiayaan itu terjadi pada Jumat (2/2/2023) lalu di daerah Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandarlampung. Saat itu, kata Murni, Ela sudah mengatakan ingin berhenti bekerja dan tengah berjalan meninggalkan rumah majikannya. Baca juga: Driver Ojol Pukul Karyawati Ramen, Diduga karena Salah Berikan Order Makanan
"Terus dia dipanggil Satpam setempat, tak lama majikannya ini datang ke pos satpam karena Ela nunggu disana. Nah di pos itu, majikannya ini langsung mukul dan tampar wajahnya sebanyak tiga kali sampai bibirnya pecah dan keluarin darah," jelas Murni.
Atas kejadian tersebut, lanjut Murni, pihak keluarga berharap polisi dapat memberikan sangsi hukum terhadap pelaku dan berlaku adil. "Yaa intinya kami minta keadilan seadil-adilnya, karena ini kan negara hukum," pungkasnya.
Murni menambahkan, atas penganiayaan tersebut pihaknya telah melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan Resi dan disertakan dengan alat bukti foto dan visum.
Lebih lanjut Murni menjelaskan, penganiayaan itu terjadi pada Jumat (2/2/2023) lalu di daerah Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandarlampung. Saat itu, kata Murni, Ela sudah mengatakan ingin berhenti bekerja dan tengah berjalan meninggalkan rumah majikannya. Baca juga: Driver Ojol Pukul Karyawati Ramen, Diduga karena Salah Berikan Order Makanan
"Terus dia dipanggil Satpam setempat, tak lama majikannya ini datang ke pos satpam karena Ela nunggu disana. Nah di pos itu, majikannya ini langsung mukul dan tampar wajahnya sebanyak tiga kali sampai bibirnya pecah dan keluarin darah," jelas Murni.
Atas kejadian tersebut, lanjut Murni, pihak keluarga berharap polisi dapat memberikan sangsi hukum terhadap pelaku dan berlaku adil. "Yaa intinya kami minta keadilan seadil-adilnya, karena ini kan negara hukum," pungkasnya.
(don)
Lihat Juga :