Taruna Merah Putih DKI: Cap Go Meh Momentum Perekat Toleransi
Minggu, 05 Februari 2023 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
"Berkaca dari peristiwa tragis masa lalu, kita patut bersyukur bahwa Pancasila tegak berdiri di republik ini. Jadi, perdebatan soal ideologi bangsa sudah clear. Kita hanya perlu menjadi warga yang solid, warga Pancasila yang bersatu menentang narasi-narasi kebencian dan menciptakan hidup rukun dan damai," katanya.
Charles menceritakan kariernya sebagai pengusaha yang tetap bersentuhan dengan masyarakat setempat. Membagi rezeki dengan mempekerjakan masyarakat.
Dia kembali menegaskan sebagai warga Negara hendaknya nilai gotong-royong dan persaudaraan perlu diterjemahkan dalam wujud nyata.
"Sebagai pengusaha dari etnis Tionghoa, saya sudah memperkerjakan beberapa tetangga saya dan jika diberi kesempatan saya bisa berbuat banyak dan membantu lebih banyak lagi," ujarnya.
Menurutnya, narasi kebencian dan hoaks yang dibangun untuk menyudutkan etnis Tionghoa di Indonesia perlu dinetralisir karena etnis Tionghoa juga memiliki peran penting serta mengharumkan nama Indonesia.
"Tionghoa lain seperti Alan Budi Kusuma, Susi Susanti, dan Rudy Hartono membawa nama harum Indonesia, menangis terharu dan bangga begitu bendera Indonesia dikibarkan. Kadang saya merasa sedih melihat fenomena politik identitas yang ditampilkan belakangan ini hingga merusak nilai toleransi di tanah air," ucapnya.
Charles menceritakan kariernya sebagai pengusaha yang tetap bersentuhan dengan masyarakat setempat. Membagi rezeki dengan mempekerjakan masyarakat.
Dia kembali menegaskan sebagai warga Negara hendaknya nilai gotong-royong dan persaudaraan perlu diterjemahkan dalam wujud nyata.
"Sebagai pengusaha dari etnis Tionghoa, saya sudah memperkerjakan beberapa tetangga saya dan jika diberi kesempatan saya bisa berbuat banyak dan membantu lebih banyak lagi," ujarnya.
Menurutnya, narasi kebencian dan hoaks yang dibangun untuk menyudutkan etnis Tionghoa di Indonesia perlu dinetralisir karena etnis Tionghoa juga memiliki peran penting serta mengharumkan nama Indonesia.
"Tionghoa lain seperti Alan Budi Kusuma, Susi Susanti, dan Rudy Hartono membawa nama harum Indonesia, menangis terharu dan bangga begitu bendera Indonesia dikibarkan. Kadang saya merasa sedih melihat fenomena politik identitas yang ditampilkan belakangan ini hingga merusak nilai toleransi di tanah air," ucapnya.
Lihat Juga :