Polda Jatim Terus Gencarkan Aksi Turunkan Angka Stunting
Jum'at, 27 Januari 2023 - 19:57 WIB
loading...
A
A
A
Wakapolres Haryanto mengatakan, dalam upaya percepatan penurunan angka stunting, salah satu upaya yang dilakukan adalah sosialisasi penanganan stunting dan pemberian gizi tambahan (PMT). Di antaranya berupa susu, vitamin dan biskuit dengan tujuan mempercepat tumbuh kembang anak dari stunting tersebut.
"Sehingga terbentuknya generasi yang cerdas serta sehat dan menjadi harapan bangsa," kata Wakapolres.
Lebih lanjut dikatakan, penentuan data stunting sangat diharuskan untuk mencegah terjadi kelalaian dalam menangani gizi buruk pada balita usia dini.
”Dengan kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan, banyak orang tua tidak tahu, tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan anak," tuturnya.
Dia menambahkan, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Polri dalam melakukan problem solving stunting di Ngawi dan akan terus meningkatkan kepedulian dan dukungan terhadap program-program pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah sesuai petunjuk Kapolda Jatim dan Kapolri.
Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi pemberian makanan tambahan bagi anak usia bawah dua tahun atau baduta serta ibu hamil dengan kekurangan energi kronik.
"Pemberian makanan tambahan bagi Duta Pentul Melikan dilakukan selama 6 bulan dan untuk ibu hamil selama masa kehamilannya," terangnya.
Selain pemberian makanan tambahan, Polres Ngawi bersama Pemkab BKKBNJatim Bhayangkari melakukan kegiatan melakukan edukasi pencegahan stunting dengan melibatkan kader Posyandu, bidan desa dan PKK. Kampanye pencegahan stunting juga dilakukan ke sejumlah sekolah di Ngawi.
"Sehingga terbentuknya generasi yang cerdas serta sehat dan menjadi harapan bangsa," kata Wakapolres.
Lebih lanjut dikatakan, penentuan data stunting sangat diharuskan untuk mencegah terjadi kelalaian dalam menangani gizi buruk pada balita usia dini.
”Dengan kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan, banyak orang tua tidak tahu, tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan anak," tuturnya.
Dia menambahkan, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Polri dalam melakukan problem solving stunting di Ngawi dan akan terus meningkatkan kepedulian dan dukungan terhadap program-program pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah sesuai petunjuk Kapolda Jatim dan Kapolri.
Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi pemberian makanan tambahan bagi anak usia bawah dua tahun atau baduta serta ibu hamil dengan kekurangan energi kronik.
"Pemberian makanan tambahan bagi Duta Pentul Melikan dilakukan selama 6 bulan dan untuk ibu hamil selama masa kehamilannya," terangnya.
Selain pemberian makanan tambahan, Polres Ngawi bersama Pemkab BKKBNJatim Bhayangkari melakukan kegiatan melakukan edukasi pencegahan stunting dengan melibatkan kader Posyandu, bidan desa dan PKK. Kampanye pencegahan stunting juga dilakukan ke sejumlah sekolah di Ngawi.
(shf)
Lihat Juga :