Polda Jatim Terus Gencarkan Aksi Turunkan Angka Stunting
Jum'at, 27 Januari 2023 - 19:57 WIB
loading...
A
A
A
Kapolda mengapresiasi program pencegahan stunting kolaborasi Polres Ngawi dengan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.
Meski belum menggunakan platform aplikasi digital, namun pola penitipan anak asuh kepada polisi yang menjadi orang tua asuh stunting, yakni sebanyak 250 personel di Polres Ngawi, serta TK Bhayangkari sebagai Pos Gizi mampu menurunkan angka stunting secara signifikan.
Dia menambahkan, persoalan stunting menjadi perhatian serius pemerintah mengingat Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi pada tahun 2030-2035. Program pencegahan stunting perlu ditingkatkan untuk menciptakan anak muda yang berkualitas dan bisa berkompetisi di masa depan.
Polda Jatim telah memulai program pencegahan stunting dipelopori di Polres Ngawi pada Agustus 2022. Selain Ngawi, program pencegahan stunting juga akan dilaksanakan di Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.
Kegiatan KRYD bertujuan untuk mewujudkan keamanan di bidang sosial dan kesehatan. Dalam hal ini, Polda Jatim bekerja sama dengan BKKBN Koordinator Bidang KB KR, Tim Pakar dari RSUD, dan Psikolog.
"Hingga tahun 2023, Polda Jatim bersama BKKBN Rencananya akan mengintervensi 70 Posyandu di 5 Kabupaten/Kota di Jatim," paparnya.
Khusus untuk Kabupaten Ngawi, Polres Ngawi bersama Pemkab Ngawi BKKBN Jatim telah melakukan intervensi pencegahan stunting di 3 desa, yakni Desa Pangkur, Desa Cepoko dan Desa Gerih Kecamatan Gerih.
Guna percepatan dan pencegahan stunting di wilayahnya, Bhabinkamtibmas melaksanakan pendampingan kegiatan percepatan dan pencegahan stunting bertempat masing desa dan kecamatan di Kabupaten Ngawi.
Meski belum menggunakan platform aplikasi digital, namun pola penitipan anak asuh kepada polisi yang menjadi orang tua asuh stunting, yakni sebanyak 250 personel di Polres Ngawi, serta TK Bhayangkari sebagai Pos Gizi mampu menurunkan angka stunting secara signifikan.
Dia menambahkan, persoalan stunting menjadi perhatian serius pemerintah mengingat Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi pada tahun 2030-2035. Program pencegahan stunting perlu ditingkatkan untuk menciptakan anak muda yang berkualitas dan bisa berkompetisi di masa depan.
Polda Jatim telah memulai program pencegahan stunting dipelopori di Polres Ngawi pada Agustus 2022. Selain Ngawi, program pencegahan stunting juga akan dilaksanakan di Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.
Kegiatan KRYD bertujuan untuk mewujudkan keamanan di bidang sosial dan kesehatan. Dalam hal ini, Polda Jatim bekerja sama dengan BKKBN Koordinator Bidang KB KR, Tim Pakar dari RSUD, dan Psikolog.
"Hingga tahun 2023, Polda Jatim bersama BKKBN Rencananya akan mengintervensi 70 Posyandu di 5 Kabupaten/Kota di Jatim," paparnya.
Khusus untuk Kabupaten Ngawi, Polres Ngawi bersama Pemkab Ngawi BKKBN Jatim telah melakukan intervensi pencegahan stunting di 3 desa, yakni Desa Pangkur, Desa Cepoko dan Desa Gerih Kecamatan Gerih.
Guna percepatan dan pencegahan stunting di wilayahnya, Bhabinkamtibmas melaksanakan pendampingan kegiatan percepatan dan pencegahan stunting bertempat masing desa dan kecamatan di Kabupaten Ngawi.
Lihat Juga :