alexametrics

Di Tengah Pandemi Risma Datang ke Rumah Pompa Petekan, Ada Apa?

loading...
Di Tengah Pandemi Risma Datang ke Rumah Pompa Petekan, Ada Apa?
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika datang ke Rumah Pompa Petekan yang akan menjadi tulang punggung penanganan banjir di Surabaya. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A+ A-
SURABAYA - Di tengah pandemi COVID-19 Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tiba-tiba datang ke Rumah Pompa Petekan. Dia langsung menyusuri megaproyek itu sambil memberikan beberapa instruksi pada para petugas proyek.

Risma meminta kepada petugas proyek itu untuk selesai dan sudah berfungsi pada Desember nanti. Semua pompa dan bangunan pintu airnya harus bisa digarap bersamaan. “Bisa paralel lah Pak kerjanya nanti, supaya bisa cepat,” kata Risma, Selasa (14/7/2020). (Baca juga: Bukan Drama, Risma Blusukan Ingatkan Warga Pakai Masker)

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya Erna Purnawati mengatakan, proyek rumah pompa di petekan ini memang ditargetkan selesai 100 persen pada Desember. Sehingga diharapkan musim hujan berikutnya, sudah bisa dipakai dan memiliki fungsi besar dalam mencegah banjir.

“Kalau ada air pasang lagi nanti, diharapkan tidak sampai masuk ke kota ini, makanya kami tekankan tahun ini sudah harus beres,” kata dia.



Dia menjelaskan, dari semua pekerjaan, pintu air rumah pompa menjadi fokus utama. Sebab, proses pengerjaan lumayan berat. Sebab, pintu airnya itu berukuran 7 meter sama 10 meter, sehingga proyek ini benar-benar diharapkan bisa mengatasi air pasang.

Erna mengatakan, pihaknya cukup lega setelah mendapatkan izin dari Lantamal terkait dengan akses masuk ke Rumah Pompa Petekan itu. Akhirnya, kini mobil-mobil proyek. Termasuk crane proyek bisa lewat di akses masuk Lantamal itu.



Erna menjelaskan, Rumah Pompa Petekan ini dibangun dengan sistem buka tutup, sehingga perahu pelayaran bisa keluar masuk di Rumah Pompa Petekan itu. Rumah pompa ini fungsinya seperti gravitasi. Ketika elevansi permukaan air sungai tinggi, maka air kemudian akan dipompa menuju ke laut dan begitu pula sebaliknya.

“Desain Rumah Pompa Petekan ini juga dibuat heritage dan berbeda dengan pompa air lainnya. Hal ini untuk menambah daya tarik wisata Sungai Kalimas,” jelas dia.

Rumah Pompa Petekan ini merupakan proyek besar penanganan banjir di Kota Surabaya. Sarana pencegah banjir itu digadang-gadang menggantikan peran 20 rumah pompa di Surabaya Pusat dan Utara. Selain itu, rumah pompa yang dibangun dengan anggaran total lebih dari Rp40 miliar itu diprediksi menjadi pengendali utama aliran Sungai Kalimas.
(nth)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak