Bulog Sulselbar Distribusikan 22.914 Ton Beras untuk Stabilkan Harga
Jum'at, 20 Januari 2023 - 21:14 WIB
loading...
Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) melakukan operasi pasar beras guna meredam gejolak kenaikan harga beras di pasaran pada awal tahun 2023. Foto ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) melakukan operasi pasar beras guna meredam gejolak kenaikan harga beras di pasaran pada awal tahun 2023. Dalam operasi pasar ini Perum Bulo mendistribusikan 22.914 ton beras.
"Sesuai arahan pemerintah, kami telah bergerak cepat menjalankan instruksi tersebut ke seluruh daerah guna memastikan operasi pasar," ujar Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Sulselbar H Bakhtiar AS di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (20/1/2023). Baca juga: Dituding Nafsu Impor Beras, Buwas: Tak Ada Untung, yang Ada Stress
Menurut dia, operasi pasar sudah berjalan sejak tahun 2022, sehingga langkah antisipasi menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen kembali digencarkan operasi pasar di awal tahun ini.
"Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, karena Bulog menjamin kebutuhan beras telah tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau di tengah perubahan harga," katanya.
Mengenai adanya perubahan harga beras di pasaran, kata dia, membenarkan, namun demikian harga masih dalam batas kewajaran."Sekarang ini memang belum panen raya sehingga ketersediaan barang di pasar belum banyak, menyebabkan adanya perubahan harga. Itulah sebabnya di sini Bulog giat melakukan operasi pasar," tutur Bakhtiar.
Saat ini Bulog masih mematok harga beras kelas medium Rp9.450 per kilogram. Dalam kemasan lima kilogram, beras tersebut hanya bisa dijual pedagang dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp47.250. Beras medium ini disebar pada sejumlah titik pedagang pengecer, atau ritel, pasar tradisional, outlet dan binaan Bulog.
"Sesuai arahan pemerintah, kami telah bergerak cepat menjalankan instruksi tersebut ke seluruh daerah guna memastikan operasi pasar," ujar Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Sulselbar H Bakhtiar AS di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (20/1/2023). Baca juga: Dituding Nafsu Impor Beras, Buwas: Tak Ada Untung, yang Ada Stress
Menurut dia, operasi pasar sudah berjalan sejak tahun 2022, sehingga langkah antisipasi menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen kembali digencarkan operasi pasar di awal tahun ini.
"Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, karena Bulog menjamin kebutuhan beras telah tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau di tengah perubahan harga," katanya.
Mengenai adanya perubahan harga beras di pasaran, kata dia, membenarkan, namun demikian harga masih dalam batas kewajaran."Sekarang ini memang belum panen raya sehingga ketersediaan barang di pasar belum banyak, menyebabkan adanya perubahan harga. Itulah sebabnya di sini Bulog giat melakukan operasi pasar," tutur Bakhtiar.
Saat ini Bulog masih mematok harga beras kelas medium Rp9.450 per kilogram. Dalam kemasan lima kilogram, beras tersebut hanya bisa dijual pedagang dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp47.250. Beras medium ini disebar pada sejumlah titik pedagang pengecer, atau ritel, pasar tradisional, outlet dan binaan Bulog.
Lihat Juga :