Mencekam! Begini Kesaksian Polisi saat Pecah Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 19 Januari 2023 - 22:01 WIB
loading...
Mencekam! Begini Kesaksian...
Sejumlah saksi memberi keterangan dalam sidang tragedi Kanjuruhan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/1/2023). Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A A A
SURABAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan sejumlah saksi dalam sidang tragedi Kanjuruhan, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Para saksi dihadirkan untuk memberi keterangan terdakwa, Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, dan Security Officer, Suko Sutrisno, Kamis (19/1/2023).

Baca juga: Partai Perindo Minta Persidangan Kasus Tragedi Kanjuruhan Digelar Terbuka

Salah satu saksi yang dihadirkan adalah anggota polisi dari Polsek Pakis, Eka Narafiah. Saat peristiwa tragedi Kanjuruhan pecah, Eka merupakan polisi yang bertugas membantu match steward saat laga Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022.



Adapun tugas Eka adalah menggeledah barang bawaan, dan memeriksa tiket penonton sebelum masuk stadion. Dalam kesaksiannya Eka mengaku menyaksikan ratusan penonton yang mengantongi tiket tertahan dan tidak bisa masuk ke dalam Stadion Kanjuruhan. Tepatnya di pintu 12. "Mereka tidak masuk akibat stadion sudah penuh dengan penonton," katanya.

Baca juga: Kisah Skandal Panembahan Senopati Bercinta dengan Istri Sultan Pajang hingga Punya Anak Laki-laki

Sebelum melakukan pengamanan, Eka bersama petugas lainnya mendapat pengarahan dari Kapolres Malang saat itu, AKBP Ferli Hidayat. Kapolres Malang, meminta anggota untuk melakukan pemeriksaan terhadap suporter, utamanya yang tidak memakai atribut. Kuatirnya, ada suporter lain yang menyusup. "Dalam pengarahan itu, seluruh personel yang bertugas diminta tidak membawa senjata api," ujarnya.

Namun dia tidak membantah jika ada anggota yang membawa gas gun (senjata gas). Ia menyebut, bahwa pembawa gas gun biasanya adalah anggota Brimob. Setelah mendapat pengarahan, kira-kira pukul 20.00 WIB, pertandingan baru dimulai. Penonton berjubel memasuki stadion. "Hingga jeda babak pertama pukul 21.00 WIB, masih terlihat ada penonton yang hendak memasuki stadion," ujarnya.

Dia mengungkapkan, panitia bagian tiket melakukan buka tutup pintu, meski stadion sudah diperkirakannya penuh. Artinya, penonton sudah berada di area tangga. Sekitar pukul 22.00 WIB, pertandingan selesai. Eka diminta oleh atasannya untuk berkumpul di lobi stadion untuk membuat barikade agar official dan pemain bisa keluar stadion.

Baca juga: Video Detik-detik Wanita Pengendara Motor Terlindas Rantis TNI di Purwakarta

Eka menambahkan, sekitar lima menit sebelum laga usai, dia mendapatkan perintah dari Kapolsek Pakis, untuk menuju ke lobi. Di sana Eka diminta melakukan penyekatan barikade untuk pengamanan pemain Persebaya yang akan meninggalkan stadion. Saat perjalanan ke lobi itulah, Eka menyebut situasi sudah kacau.

Bahkan dia sempat melihat seorang perempuan terjepit di tiang karena adanya desakan massa dari dalam. "Saya mencoba melakukan evakuasi. Sebab, kalau tidak cepat ditolong pasti celaka," ujar Eka.

Namun, Eka yang berusaha menolong tak bisa berbuat banyak lantaran situasi di stadion sudah kacau akibat penonton berdesakan ingin keluar. "Situasi yang sama juga terjadi di pintu 13," ungkapnya.

Saat ditanya jaksa apakah dia mengetahui jumlah korban yang meninggal atau terluka, Eka menjawab tidak tahu. Dia mengetahui ratusan korban meninggal setelah mendapatkan kabar beberapa saat kemudian. "Karena waktu itu kita konsentrasi untuk melakukan evakuasi saja," terangnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perempuan Dikejar dan...
Perempuan Dikejar dan Diduga Dianiaya saat Akan Bersaksi di Persidangan
Amuk Massa di Stadion...
Amuk Massa di Stadion Lukas Enembe Jayapura, Ini Pemicunya
Daftar Lengkap 36 Saksi...
Daftar Lengkap 36 Saksi yang Diperiksa Polisi terkait Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Polisi Periksa 7 Orang...
Polisi Periksa 7 Orang Saksi Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus
KPK Bakal Hadirkan Khofifah...
KPK Bakal Hadirkan Khofifah sebagai Saksi Sidang Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
Polisi Periksa 36 Siswa...
Polisi Periksa 36 Siswa Saksi Ledakan SMAN 72 Jakarta
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Profil Adhyaksa FC,...
Profil Adhyaksa FC, Klub Kejaksaan yang Jegal Persipura Promosi
Rekomendasi
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved