4 Bulan, Klaim Biaya COVID-19 di Bandung Tembus Rp28 Miliar

Minggu, 12 Juli 2020 - 12:08 WIB
Menurut Tine, sisa Rp10 miliar yang belum terverifikasi disebabkan ada beberapa kekurangan persyaratan. Seperti kelengkapan data pasien untuk falidasi. Biasanya, hal ini terjadi untuk klaim di awal pendemi. Karena rumah sakit awal awal menangani pasien COVID.

Menurut dia, jumlah klaim tersebut berasal dari semua rumah sakit negeri dan swasta yang menangani pasien COVID 19 di Kota Bandung. Yaitu pasien masih berstatus orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan positif COVID-19.

(Baca juga: Tolak RUU HIP, Ribuan Anggota Ormas Islam Gelar Apel Siaga )

Tagihan tersebut, kata dia, akan diserahkan kepada Kementerian Kesehatan RI. Nantinya, semua klaim yang terverifikasi akan mendapat penggantian dari pemerintah pusat. BPJS Kesehatan, kata dia, hanya bertugas memferivikasi klaim rumah sakit.

Lebih lanjut dia menjelaskan, berapapun klaim tagihan yang diajukan RS untuk perawatan setiap pasien akan diganti pemerintah. Dia juga mengakui, biaya perawatan pasien COVID berbeda beda tiap orang. Secara nilai, bisa antara puluhan hingga ratusan juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!