Pria Muda Ini Sukses Bisnis Minuman Milenial, Kuncinya Fokus dan Jeli Baca Peluang
Rabu, 28 Desember 2022 - 07:01 WIB
Darkas Priaskoro menunjukkan minuman milenial di salah satu gerainya.Foto/ist
SURABAYA - Seorang pria muda nampak sibuk meracik minuman di gerai. Dia dengan taletan melayani satu persatu konsumen yang datang membeli minuman milenial yang dijual. Pria muda itu adalah Darkas Priaskoro.
Berbisnis minuman milenial Queen Milk Tea Bubble bagi pria 32 tahun ini bukan soal latah. “Karena potensi pasarnya memang masih terbuka luas, bahan bakunya mudah dan cara membuatnya juga praktis,” akunya.
Bapak satu anak ini, pada awal 2022 memberanikan diri membuka usaha di depan teras Alfamart Petemon Kali dan Alfamart Asem Raya dengan modal Rp10 juta. Dinamakan Queen, karena seperti nama putri sulungnya. Tak hanya minuman, Darkas juga menawarkan jajan pentol aneka rasa di dalam gerobak yang sama.
Baca juga: 5 Banjir Besar Melanda Indonesia Sepanjang 2022, Nomor 4 Berlangsung Hampir Sebulan
“Di Alfamidi juga ada tenant saya. Semua tenant dikelola 3 orang karyawan saya. Kalau pulang kerja, saya tinggal ngontrol ambil setoran ke semua tenant,” kata pria yang bermukim di Kalipecabean Sidoarjo ini.
Bisnis minuman Darkas rata-rata bisa laku 30 cup/ hari/ tenant. Untuk pentolnya bisa laku 30 pax/ hari/ tenant. “Alhamdulillah sangat membantu perekonomian, dari tenant saya bisa mengantongi bersih minimal Rp3 juta per bulan,” jelasnya.
Berbisnis minuman milenial Queen Milk Tea Bubble bagi pria 32 tahun ini bukan soal latah. “Karena potensi pasarnya memang masih terbuka luas, bahan bakunya mudah dan cara membuatnya juga praktis,” akunya.
Bapak satu anak ini, pada awal 2022 memberanikan diri membuka usaha di depan teras Alfamart Petemon Kali dan Alfamart Asem Raya dengan modal Rp10 juta. Dinamakan Queen, karena seperti nama putri sulungnya. Tak hanya minuman, Darkas juga menawarkan jajan pentol aneka rasa di dalam gerobak yang sama.
Baca juga: 5 Banjir Besar Melanda Indonesia Sepanjang 2022, Nomor 4 Berlangsung Hampir Sebulan
“Di Alfamidi juga ada tenant saya. Semua tenant dikelola 3 orang karyawan saya. Kalau pulang kerja, saya tinggal ngontrol ambil setoran ke semua tenant,” kata pria yang bermukim di Kalipecabean Sidoarjo ini.
Bisnis minuman Darkas rata-rata bisa laku 30 cup/ hari/ tenant. Untuk pentolnya bisa laku 30 pax/ hari/ tenant. “Alhamdulillah sangat membantu perekonomian, dari tenant saya bisa mengantongi bersih minimal Rp3 juta per bulan,” jelasnya.
Lihat Juga :