Tokoh Masyarakat Sosiri Sebut Kegagalan Otsus adalah Kegagalan Pemimpin Papua

Senin, 05 Desember 2022 - 13:35 WIB
“Kalau seandainya mereka jujur bekerja, dananya digunakan dengan baik, diatur dengan baik, pasti akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua. Karena uang itu besar sekali, kalau kami dengar nilainya triliunan itu. Masa, untuk mensejahterakan orang Papua yang sedikit jumlahnya ini, susahnya setengah mati. Sampai sekarang Papua masih di bawah garis kemiskinan, seharusnya tidak seperti itu kalau uang itu digunakan dengan baik,” kata Lazarus.

Lazarus membandingkan apa yang pernah dilakukan NGO tempat ia bekerja, yaitu Oikonomos Foundation Papua di Wamena sebelum ada Otsus. Masyarakat lokal (Wamena), sebut Lazarus, dengan modal bergulir tanpa bunga yang dikucurkan NGO tersebut serta pendampingan intensif dari para volunteer NGO.

Mereka bisa mengembangkan potensi UMKM yang mereka kelola, seperti membuka kios, kerajinan, usaha tanaman sayuran, buah, dan peternakan. Hasilnya bisa dijual ke Jayapura dan Sentani menggunakan transportasi pesawat terbang.

Karena itu, Lazarus meminta, pada era Otsus jilid dua, pengembangan potensi masyarakat lokal harus menjadi prioritas. Supaya kalau suatu saat Otsus dihentikan, masyarakat Papua sudah bisa mandiri dalam berbagai aspek.

“Sektor-sektor seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur ekonomi yang diamanatkan oleh undang-undang Otsus hanyalah prasyarat menuju kemandirian masyarakat, khususnya masyarakat asli Papua. Karena Papua tidak bisa terus-menerus bergantung pada dana Otsus,” tegas Lazarus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!