Dihujani Puluhan Tusukan Pakde Tewas di Tangan Keponakan
Kamis, 09 Juli 2020 - 10:50 WIB
Heryadi (36) warga Palembang, Sumatera Selatan tega membunuh Junaidi (60) pamannya sendiri. Junaidi tewas akibat menderita puluhan luka tusuk senjata tajam usai melakukan salat maghrib. Foto iNews TV/Firdaus
PALEMBANG - Akibat tersinggung dan dendam Heryadi (36) warga Palembang , Sumatera Selatan tega membunuh Junaidi (60) pamannya sendiri. Korban tewas akibat menderita puluhan luka tusuk senjata tajam usai melakukan salat maghrib. Kini pelaku diamankan Subdit Jatanras Polda Sumatera Selatan.
Jenazah Junaidi Jalan Kemas Rido, Lorong Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang langsung dibawa ke Ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (Baca: Sempat Minta Boneka, Gadis Korban Pembunuhan Dimakamkan Bertepatan dengan HUT-nya)
“Malam kejadian pada 7 Juli selesai salat maghrib, Heryadi tahun mendatangi rumah korban yang tak lain kakak kandung dari ayah pelaku. Dengan senjata tajam yang dibawanya langsung menyerang ayah dengan membabi buta. Ayah yang baru saja menunaikan salat maghrib tersebut roboh dengan puluhan luka tusuk disekujur tubuh,” kata Dian anak korban, Kamis (9/7/2020).
Inti permasalahan sendiri, kata Dian, adanya ketersinggungan pelaku dengan ucapan korban yang membuat pelalu tidak senang.
Sehari usai kejadian pelaku berhasil diamankan oleh Subdit Jatanras Polda Sumatera Selatan. Dari pengakuan pelaku kejadian berawal ketika dirinya meminta pertolongan kepada korban karena dirinya sedang ada permasalahan kepada seseorang terkait jaga keamanan.
Saat itu korban menolak untuk membantu permasalahan yang dialami Heryadi sehingga pelaku tersinggung dan merasa dendam. Bahkan sebelum kejadian pembunuhan pelaku berulang kali meminta supaya korban mendamaikan permasalahannya kepada orang tersebut.
Jenazah Junaidi Jalan Kemas Rido, Lorong Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang langsung dibawa ke Ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (Baca: Sempat Minta Boneka, Gadis Korban Pembunuhan Dimakamkan Bertepatan dengan HUT-nya)
“Malam kejadian pada 7 Juli selesai salat maghrib, Heryadi tahun mendatangi rumah korban yang tak lain kakak kandung dari ayah pelaku. Dengan senjata tajam yang dibawanya langsung menyerang ayah dengan membabi buta. Ayah yang baru saja menunaikan salat maghrib tersebut roboh dengan puluhan luka tusuk disekujur tubuh,” kata Dian anak korban, Kamis (9/7/2020).
Inti permasalahan sendiri, kata Dian, adanya ketersinggungan pelaku dengan ucapan korban yang membuat pelalu tidak senang.
Sehari usai kejadian pelaku berhasil diamankan oleh Subdit Jatanras Polda Sumatera Selatan. Dari pengakuan pelaku kejadian berawal ketika dirinya meminta pertolongan kepada korban karena dirinya sedang ada permasalahan kepada seseorang terkait jaga keamanan.
Saat itu korban menolak untuk membantu permasalahan yang dialami Heryadi sehingga pelaku tersinggung dan merasa dendam. Bahkan sebelum kejadian pembunuhan pelaku berulang kali meminta supaya korban mendamaikan permasalahannya kepada orang tersebut.
Lihat Juga :