Selama New Normal, Reproduksi COVID-19 di Jabar Merangka Naik

Selasa, 07 Juli 2020 - 19:08 WIB
"Ada peningkatan (kasus COVID-19) yang harus diwaspadai. Saya menginstruksikan daerah cepat melaporkan data kasus secara transparan. Keputusan gugus tugas harus selalu berdasarkan data. Kalau datanya belum lengkap, respons nanti kurang optimal," ujar Kang Emil.

Kasus COVID-19 Jawa Barat, tutur Gubernur, merupakan akumulasi 27 kota dan kabupaten. Karena itu, daerah diminta melaporkan data secara cepat dan transparan.

"Daerah harus meningkatkan sistem tracing. Sebab, kunci penanggulangan pandemi ada tiga, saat ada kasus lakukan tracing, tracking dan testing. Kemudian melakukan isolasi," tutur Gubernur.

Kang Emil menegaskan, Jabar belum sepenuhnya menerapkan new normal. Terdapat beberapa wilayah, terutama di kawasan Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek0 yang masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengikuti aturan DKI Jakarta.

"Partisipasi masyarakat menurut WHO ini adalah kunci dari pengendalian COVID. Kesiapan testing di daerah-daerah juga harus diperkuat khususnya dengan tes PCR yang target kami minimal 10 sampai 15 ribu PCR testing per minggu," pungkas Kang Emil.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!