Usul Tambahan Anggaran Rp6,8 M, KPU Makassar Diminta Realistis
Selasa, 07 Juli 2020 - 14:55 WIB
DPRD Kota Makassar meminta KPU Makassar merasionalkan usulan tambahan anggaran untuk penyelenggaraan pilwalkot di tengah pandmei. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
MAKASSAR - KPU Kota Makassar membutuhkan anggaran tambahan sebesar Rp6,8 miliar untuk penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 . Kebutuhan anggaran itu sudah disampaikan ke Pj Wali Kota, Kamis 18 Juni lalu.
"Sore tadi kami baru saja bertemu dengan PJ Wali Kota Makassar menyampaikan usulan anggaran setelah kami melakukan pencermatan dan restrukturisasi anggaran," beber Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar dalam siaran persnya.
Baca juga: KPU Makassar Butuh Tambahan Rp6,8 M Selenggarakan Pilkada di Tengah Pandemi
Menanggapi permintaan tambahan anggaran itu, anggota DPRD Kota Makassar , Ari Ashari Ilham meminta KPU memperhatikan kondisi Pemkot Makassar yang tengah berjibaku menangani COVID-19. Menurut dia, tidak akan mudah menyetujui permintaan KPU tersebut di tengah terjun bebasnya pendapatan asli daerah (PAD).
"Inikan COVID-19 di Makassar belum ada penurunan yang signifikan, sehingga kalau mau lagi mempersiapkan anggaran baru untuk pemilihan, ditakutkan ini jangan sampai mengganggu stabilitas persiapan penanganan COVID itu," katanya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (7/7/2020).
Walau diakui Ari, KPU Makassar memang butuh tambahan anggaran untuk menyelenggarakanpilkada 9 Desember mendatang.
"Sore tadi kami baru saja bertemu dengan PJ Wali Kota Makassar menyampaikan usulan anggaran setelah kami melakukan pencermatan dan restrukturisasi anggaran," beber Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar dalam siaran persnya.
Baca juga: KPU Makassar Butuh Tambahan Rp6,8 M Selenggarakan Pilkada di Tengah Pandemi
Menanggapi permintaan tambahan anggaran itu, anggota DPRD Kota Makassar , Ari Ashari Ilham meminta KPU memperhatikan kondisi Pemkot Makassar yang tengah berjibaku menangani COVID-19. Menurut dia, tidak akan mudah menyetujui permintaan KPU tersebut di tengah terjun bebasnya pendapatan asli daerah (PAD).
"Inikan COVID-19 di Makassar belum ada penurunan yang signifikan, sehingga kalau mau lagi mempersiapkan anggaran baru untuk pemilihan, ditakutkan ini jangan sampai mengganggu stabilitas persiapan penanganan COVID itu," katanya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (7/7/2020).
Walau diakui Ari, KPU Makassar memang butuh tambahan anggaran untuk menyelenggarakanpilkada 9 Desember mendatang.
Lihat Juga :