Banyak Nakes Meninggal Dunia Akibat COVID-19, Ini Desakan DPW PKS Jatim

Senin, 06 Juli 2020 - 15:00 WIB
Ketiga, menurut Irwan, adalah perlindungan hukum dan keamanan. Menurutnya, terdapat nakes yang dituduh tidak memperlakukan pasien dengan baik padahal sudah sesuai protokol COVID-19. Ada pula yang digeruduk keluarga pasien karena ingin mengambil jenazah. Ada juga yang memaksa membawa pulang pasien COVID-19. "Ini perlu perlindungan dari aparat keamanan agar beban nakes tidak ditambah dengan kekerasan fisik ataupun kriminalisasi," jelasnya. (Baca juga: Merapi Aktif Lagi, Ganjar Minta Simulasi Penanganan Pengungsi )

Keempat, imbuhnya, adalah pencairan insentif bagi tenaga kesehatan sebagaimana yang dijanjikan pemerintah. Pencairan ini, katanya, terhambat soal verifikasi. "Saya pikir database tenaga kesehatan pasti lengkap. Karena ada pendidikannya, ada organisasi profesi, ada manajemen rumah sakit, bahkan kepegawaian pemerintah. Datanya lengkap. Tidak seperti data penerima Bantuan sosial (bansos) yang mungkin bisa sangat dinamis. Data nakes ini kan rigid. Jadi verifikasinya tidak sulit. Jumlahnya juga tidak sebanyak penerima Bansos," terang Irwan.

Dengan meningkatnya perlindungan bagi para nakes, Irwan berharap tak ada lagi nakes yang terpapar covid dan gugur. Sehingga sumber daya dalam penanganan pandemi tidak berkurang. "Sebab, satu orang nakes sangatlah berarti dalam menyelamatkan kita semua dari wabah ini. Sebab itu, kami minta agar pemerintah juga memberikan penghargaan kepada para nakes yang gugur dalam pengabdiannya karena COVID-19," pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!