Disambati Siswa dan Ortu Soal PSBB, Ini Respon Gubernur Ganjar
Senin, 06 Juli 2020 - 12:01 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo saat mengecek proses verifikasi berkas pendaftaran di SMAN 2 Semarang, Senin (6/7/2020). FOTO/Dok Humas Pemprov Jateng
SEMARANG - Pro dan kontra terjadi selama proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) 2020. Hal itu mendorong Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo blusukan ke sejumlah sekolah untuk mendengarkan masukan dari siswa maupun orang tua siswa terkait sistem PPDB tahun ini.
Beberapa SMA dan SMK Negeri telah dikunjungi Ganjar selama proses PPDB berlangsung. Diantaranya SMAN 1,2 dan 3 Semarang serta SMKN 1,2,4,5 dan 8 Kota Semarang. Di tempat-tempat itu, Ganjar selalu kulakan masalah dengan mengajak ngobrol siswa maupun orang tua siswa tentang mekanisme PPDB 2020. Dari mereka, Ganjar mencatat semua masukan yang dikeluarkan sebagai bahan evaluasi.
Kepada Ganjar, sejumlah siswa mengatakan bahwa sistem PPDB tahun ini cukup rumit. Selain itu, ada pula yang menyoroti terkait zonasi yang dianggap kurang adil, karena hanya mengutamakan dekat-dekatan dan usia.
(Baca juga: Waduh Nenek dan Lelaki Paruh Baya Ini Jualan Miras Ciu )
“Saya kira zonasi ini memperhitungkan jarak dan nilai, ternyata hanya jarak dan umur. Saya sempat khawatir, karena kegeser dengan yang lebih tua. Padahal jarak saya juga dekat, tapi usianya masih sangat muda, di atas saya masih banyak yang lebih tua,” ungkap Haqiqi,15, salah satu calon siswa SMAN 2 Semarang, Senin (6/7/2020).
Beberapa SMA dan SMK Negeri telah dikunjungi Ganjar selama proses PPDB berlangsung. Diantaranya SMAN 1,2 dan 3 Semarang serta SMKN 1,2,4,5 dan 8 Kota Semarang. Di tempat-tempat itu, Ganjar selalu kulakan masalah dengan mengajak ngobrol siswa maupun orang tua siswa tentang mekanisme PPDB 2020. Dari mereka, Ganjar mencatat semua masukan yang dikeluarkan sebagai bahan evaluasi.
Kepada Ganjar, sejumlah siswa mengatakan bahwa sistem PPDB tahun ini cukup rumit. Selain itu, ada pula yang menyoroti terkait zonasi yang dianggap kurang adil, karena hanya mengutamakan dekat-dekatan dan usia.
(Baca juga: Waduh Nenek dan Lelaki Paruh Baya Ini Jualan Miras Ciu )
“Saya kira zonasi ini memperhitungkan jarak dan nilai, ternyata hanya jarak dan umur. Saya sempat khawatir, karena kegeser dengan yang lebih tua. Padahal jarak saya juga dekat, tapi usianya masih sangat muda, di atas saya masih banyak yang lebih tua,” ungkap Haqiqi,15, salah satu calon siswa SMAN 2 Semarang, Senin (6/7/2020).
Lihat Juga :