Pandemi COVID-19, Ini New Corporate Culture Menurut FEB Unisma
Senin, 06 Juli 2020 - 10:54 WIB
"Perusahaan harus selalu siap untuk 'drawing' pada sumber data, yakni big data (wawasan mendalam tentang orang-orang), broad data (contextual and market trends). Hal ini menjamin bahwa semua sumber data terus diperbarui dan digunakan secara optimal," terangnya.
Namun di sisi lain, lanjut Diana, belum satu dekade berjalan dunia dan kehidupan di diskrupsi oleh digital, dan banyak perusahaan memperkirakan proses ini walau cepat tetap akan bertahap.
Diana juga mempertegas bahwa mayoritas perusahaan memprediksi model bisnis akan perlahan berubah sesuai proses digitalisasi, yang dimulai dari era Revolusi Industri 3.0 sampai memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang kemudian Jepang, menawarkan era Society 5.0, kemudian masuk abad 21 adalah Era Big Data.
Tetapi implementasi di perusahaan belum sepenuhnya "Mapan" diterapkan, badai COVID-19 telah merevolusi semuanya karena banyak diterapkan berbagai kebijakan untuk penyelamatan. (Baca juga: Kapal Perang Koarmada II Lakukan Manuver di Perairan Laut Jawa )
"Banyak perusahaaan dipaksa untuk memasuki dan mengikuti abad virtual, ada yang sebagian mengikuti bahkan ada yang terpaksa mengikuti secara paripurna" jelasnya.
Namun di sisi lain, lanjut Diana, belum satu dekade berjalan dunia dan kehidupan di diskrupsi oleh digital, dan banyak perusahaan memperkirakan proses ini walau cepat tetap akan bertahap.
Diana juga mempertegas bahwa mayoritas perusahaan memprediksi model bisnis akan perlahan berubah sesuai proses digitalisasi, yang dimulai dari era Revolusi Industri 3.0 sampai memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang kemudian Jepang, menawarkan era Society 5.0, kemudian masuk abad 21 adalah Era Big Data.
Tetapi implementasi di perusahaan belum sepenuhnya "Mapan" diterapkan, badai COVID-19 telah merevolusi semuanya karena banyak diterapkan berbagai kebijakan untuk penyelamatan. (Baca juga: Kapal Perang Koarmada II Lakukan Manuver di Perairan Laut Jawa )
"Banyak perusahaaan dipaksa untuk memasuki dan mengikuti abad virtual, ada yang sebagian mengikuti bahkan ada yang terpaksa mengikuti secara paripurna" jelasnya.
Lihat Juga :