Viral Mata Merah Darah Aremania Terkena Tembakan Gas Air Mata, Ini Kata Pindad
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 15:43 WIB
"Berdasarkan pengalaman pengujian dengan pengguna, jadi ada efeknya kulit merah kemudian gatal, kemudian mata berair. Itu yang terjadi dan uji itu dilakukan di ruang terbuka dan efeknya itu hilang berangsur-angsur setelah 20 menit," jelasnya.
Baca: Pakar Kimia Unhan: Gas Air Mata Kedaluwarsa Tidak Berbahaya
Meski begitu, Prima mengakui bahwa pihaknya belum pernah melakukan pengujian gas air mata yang diproduksinya di ruangan tertutup. Selama ini, kata Prima, pengujian selalu dilakukan di ruangan terbuka.
"Untuk di ruang tertutup sendiri kami belum pernah melakukan pengujiannya. Yang kami lakukan selama ini adalah di ruang terbuka. Tapi, di sini yang perlu dipahami adalah berapa banyaknya (gas air mata), karena itu ada yang berpengaruh. Pertama durasinya, kemudian konsentrasinya, maka jika semakin lama itu (efeknya) akan semakin parah," tukasnya.
Baca: Pakar Kimia Unhan: Gas Air Mata Kedaluwarsa Tidak Berbahaya
Meski begitu, Prima mengakui bahwa pihaknya belum pernah melakukan pengujian gas air mata yang diproduksinya di ruangan tertutup. Selama ini, kata Prima, pengujian selalu dilakukan di ruangan terbuka.
"Untuk di ruang tertutup sendiri kami belum pernah melakukan pengujiannya. Yang kami lakukan selama ini adalah di ruang terbuka. Tapi, di sini yang perlu dipahami adalah berapa banyaknya (gas air mata), karena itu ada yang berpengaruh. Pertama durasinya, kemudian konsentrasinya, maka jika semakin lama itu (efeknya) akan semakin parah," tukasnya.
(san)
Lihat Juga :