Cerita Mengerikan Pemilik Warung saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Minggu, 02 Oktober 2022 - 17:22 WIB
"Semuanya nangis histeris. Ada anak kecil, usia tahun, usia TK juga. Ada yang nanya ke anak usia TK apa dia suka bola. Terus anak itu bilang 'mamah yang suka," ungkapnya.
Pada peristiwa tersebut, dia juga menyaksikan bagaimana banyak orang yang digotong dan dievakuasi oleh tenaga medis. Bahkan, dia bisa melihat anjing pengamanan milik polisi ikut mati terkena lemparan batu. "Pokoknya menegangkan, bikin gemetaran," kata dia.
Ia juga sempat terkena semprotan gas air mata di luar stadion. Gas tersebut ternyata sempat masuk ke warungnya sehingga membuatnya agak sesak napas. Kemudian juga merasakan panas yang tidak nyaman untuk tubuh.
"Saya berani buka lagi warungnya sekitar pukul 02.00 WIB, pas petugas keamanan sudah mulai pulang. Tapi masih ada orang lalu lalang, mobil terbakar," ungkapnya.
Baca: Partai Perindo Minta Selidiki Kerusuhan Kanjuruhan, Mahyudin: Ini Tragedi Sepak Bola Indonesia.
Pada peristiwa tersebut, dia juga menyaksikan bagaimana banyak orang yang digotong dan dievakuasi oleh tenaga medis. Bahkan, dia bisa melihat anjing pengamanan milik polisi ikut mati terkena lemparan batu. "Pokoknya menegangkan, bikin gemetaran," kata dia.
Ia juga sempat terkena semprotan gas air mata di luar stadion. Gas tersebut ternyata sempat masuk ke warungnya sehingga membuatnya agak sesak napas. Kemudian juga merasakan panas yang tidak nyaman untuk tubuh.
"Saya berani buka lagi warungnya sekitar pukul 02.00 WIB, pas petugas keamanan sudah mulai pulang. Tapi masih ada orang lalu lalang, mobil terbakar," ungkapnya.
Baca: Partai Perindo Minta Selidiki Kerusuhan Kanjuruhan, Mahyudin: Ini Tragedi Sepak Bola Indonesia.
Lihat Juga :