Ketua DPRD Gresik Nilai Satgas Tak Serius Tangani COVID-19

Jum'at, 03 Juli 2020 - 19:06 WIB
Sayangnya, kedua fasilitas kesehatan itu tidak menyediakan rapid test. Malah disarankan langsung ke RSUD Ibnu Sina Gresik. "Di sana (Ibnu Sina) lebih mahal harganya," kata dia.

Sementara di laboratorium klinik Jalan Panglima Sudirman hanya dibanderol Rp199.000. Harga itu merupakan diskon. "Besok tanggal 5 sudah tes UTBK. Makanya saya rela jauh-jauh dari Sidayu ke Gresik," kata remaja 18 tahun itu.

Gus Yani mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Di sisi lain, ratusan pemuda rela antre demi rapid test. Sedangkan pemerintah tidak hadir di tengah situasi seperti ini.

"Ini menunjukkan bahwa Pemkab Gresik tidak siap dan kurang serius. Kasihan mereka yang mau ikut UTBK besok," kata politisi PKB itu.

Menurut dia, Pemkab Gresik harusnya hadir. Jangan kalah dengan swasta yang justru memberi diskon kepada calon mahasiswa baru. "Swasta saja bisa lebih murah," ujar Gus Yani.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!