Anak TKI Dinilai Rentan Jadi Korban Kekerasan, Mengapa?
Jum'at, 03 Juli 2020 - 08:28 WIB
Dia menyayangkan, belum hadirnya negara dalam memberikan perlindungan terhadap mereka. Misalnya soal kesejahteraan dan penyiapan pengasuhan ramah atau layak anak di Lombok Timur. "Bentuk intervensi ini belum ada dari negara sebagai upaya untuk melindungi mereka," tandas Judan.
Data Yayasan Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI), dari 9.000 TKI di 5 desa binaannya di Lombok Timur, ada 4.700 anak yang ditinggalkan bertahun-tahun bekerja ke luar negeri. "Ini baru 5 desa binaan yang kita bina. Datanya by name by adress ya," jelas Direktur ADBMI, Roma Hidayat.
(Baca juga: Langkah Tak Seiring Dua Ibu Dalam Kendalikan Pandemi Covid-19 )
Selama ini, sambungnya, selain pengasuhan dititipkan ke salah satu keluarga, anak-anak TKI ini dibesarkan dengan media sosial. Mereka dengan bebas mengakses karna memang tidak ada yang mengawasi.
"Sekarang pun berkembangnya modus pelecehan seksual melalui media sosial. Ini yang dialami oleh anak PMI kita," pungkasnya.
Data Yayasan Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI), dari 9.000 TKI di 5 desa binaannya di Lombok Timur, ada 4.700 anak yang ditinggalkan bertahun-tahun bekerja ke luar negeri. "Ini baru 5 desa binaan yang kita bina. Datanya by name by adress ya," jelas Direktur ADBMI, Roma Hidayat.
(Baca juga: Langkah Tak Seiring Dua Ibu Dalam Kendalikan Pandemi Covid-19 )
Selama ini, sambungnya, selain pengasuhan dititipkan ke salah satu keluarga, anak-anak TKI ini dibesarkan dengan media sosial. Mereka dengan bebas mengakses karna memang tidak ada yang mengawasi.
"Sekarang pun berkembangnya modus pelecehan seksual melalui media sosial. Ini yang dialami oleh anak PMI kita," pungkasnya.
(msd)
Lihat Juga :