10.000 Santri dan Ulama di Pasuruan Dukung Ganjar Presiden 2024
Minggu, 18 September 2022 - 09:19 WIB
Huriyahi mengatakan, para santri, ulama, dan kalangan pesantren akhirnya menemukan pemimpin yang pantas dan bisa membawa Indonesia menuju kemajuan. Sosok tersebut tak lain adalah Ganjar Pranowo. Menurut dia, mantan anggota DPR RI tersebut memiliki kualitas dalam memimpin, karakter pribadi yang baik, serta langkah konkret kepedulian kepada masyarakat.
Terhadap santri di Jawa Tengah, Ganjar menunjukkan perhatiannya melalui pemberian Bisyaroh (uang pembinaan) sejak 2018 dan mendapat dukungan serta apresiasi dari para ulama, masyarakat, serta berbagai lembaga. Program tersebut merupakan apresiasi untuk santri yang telah menghafal Al-Qur'an 30 juz lalu diwisuda dan membawa dampak positif dalam meningkatkan jumlah hafidz hafidzah di Jateng.
Pada 2019 program Bisyaroh ini diberikan kepada 500 santri hafidz hafidzah, angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan di 2022, mulai awal tahun Januari sampai bulan Juni di Jateng sudah lebih dari 1.000 santri yang hafal Qur’an, masing-masing dari mereka mendapat bisyaroh Rp1 juta.
"Pak Ganjar itu adalah sosok pemimpin yang peduli terhadap santri khususnya dalam menghafal Al-Qur'an sehingga memberikan bisyaroh kepada para santri dan itu mendapat respon baik dari masyarakat dan santri," ungkap Huriyahi.
Lalu, sejak 2019 Ganjar juga mulai mengalokasikan bantuan untuk pengembangan madrasah, pesantren, dan pengajar dari APBD Jateng. Selain itu, Ganjar juga menggandeng Baznas berinovasi memaksimalkan pengembangan pendidikan agama dengan memanfaatkan dana zakat ASN Pemprov Jateng.
Dana tersebut salah satunya dialokasikan untuk mengatasi kelangkaan air bersih bagi ponpes dan masyarakat sekitar melalui bantuan sumur bor. Teranyar, Pesantren Miftahul Huda, di Desa Pesawahan, Kabupaten Banyumas mendapatkan bantuan sumur bor senilai Rp147 juta.
Terhadap santri di Jawa Tengah, Ganjar menunjukkan perhatiannya melalui pemberian Bisyaroh (uang pembinaan) sejak 2018 dan mendapat dukungan serta apresiasi dari para ulama, masyarakat, serta berbagai lembaga. Program tersebut merupakan apresiasi untuk santri yang telah menghafal Al-Qur'an 30 juz lalu diwisuda dan membawa dampak positif dalam meningkatkan jumlah hafidz hafidzah di Jateng.
Pada 2019 program Bisyaroh ini diberikan kepada 500 santri hafidz hafidzah, angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan di 2022, mulai awal tahun Januari sampai bulan Juni di Jateng sudah lebih dari 1.000 santri yang hafal Qur’an, masing-masing dari mereka mendapat bisyaroh Rp1 juta.
"Pak Ganjar itu adalah sosok pemimpin yang peduli terhadap santri khususnya dalam menghafal Al-Qur'an sehingga memberikan bisyaroh kepada para santri dan itu mendapat respon baik dari masyarakat dan santri," ungkap Huriyahi.
Lalu, sejak 2019 Ganjar juga mulai mengalokasikan bantuan untuk pengembangan madrasah, pesantren, dan pengajar dari APBD Jateng. Selain itu, Ganjar juga menggandeng Baznas berinovasi memaksimalkan pengembangan pendidikan agama dengan memanfaatkan dana zakat ASN Pemprov Jateng.
Dana tersebut salah satunya dialokasikan untuk mengatasi kelangkaan air bersih bagi ponpes dan masyarakat sekitar melalui bantuan sumur bor. Teranyar, Pesantren Miftahul Huda, di Desa Pesawahan, Kabupaten Banyumas mendapatkan bantuan sumur bor senilai Rp147 juta.
Lihat Juga :