Gara-gara Umur di PPDB, Yatim Piatu Berprestasi Ini Terancam Gagal Masuk Sekolah Negeri
Kamis, 02 Juli 2020 - 19:03 WIB
Sederet prestasi yang dimiliki Arista terbilang sangat mentereng. Itu dapat terlihat ketika SINDOnews.com menyambangi kediamannya. Jajaran lukisan karya bocah 15 tahun itu terpampang bersama deretan foto tokoh negara, mulai dari Presiden RI ke-3 B.J Habibie, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri, kemudian Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) dan yang teranyar adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Kini, masa depan yatim piatu itu, berada diujung tanduk. Peluang untuk melanjutkan sekolah ke instansi swasta pun bukanlah pilihan yang tepat. Mengingat, Arista sendiri tinggal dengan kakek dan neneknya yang hanya seorang pensiunan swasta. (Baca: Ditolak Sistem Zonasi, Siswi Berprestasi Pesimistis Masuk SMA Negeri dari Jalur Prestasi)
Ayah dan ibu Arista sudah meninggal sejak si pelukis kecil ini menginjak usia 2 tahun. Namun, hal itu tidak menciutkan bakat seni gadis berusia 15 tahun tersebut. Sedikitnya 700 penghargaan dalam bentuk piala, plakat dan serifikat berhasil dikantonginya sebagai pengakuan dari instansi atas bakat yang dimiliki Arista.
Kini, Arista yang telah mencoba mendaftar ke 6 SMAN di Jakarta terpaksa menunggu keajaiban yang datang menghampirinya, karena sudah dipastikan Arista tidak akan bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri.
Kini, masa depan yatim piatu itu, berada diujung tanduk. Peluang untuk melanjutkan sekolah ke instansi swasta pun bukanlah pilihan yang tepat. Mengingat, Arista sendiri tinggal dengan kakek dan neneknya yang hanya seorang pensiunan swasta. (Baca: Ditolak Sistem Zonasi, Siswi Berprestasi Pesimistis Masuk SMA Negeri dari Jalur Prestasi)
Ayah dan ibu Arista sudah meninggal sejak si pelukis kecil ini menginjak usia 2 tahun. Namun, hal itu tidak menciutkan bakat seni gadis berusia 15 tahun tersebut. Sedikitnya 700 penghargaan dalam bentuk piala, plakat dan serifikat berhasil dikantonginya sebagai pengakuan dari instansi atas bakat yang dimiliki Arista.
Kini, Arista yang telah mencoba mendaftar ke 6 SMAN di Jakarta terpaksa menunggu keajaiban yang datang menghampirinya, karena sudah dipastikan Arista tidak akan bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri.
(hab)
Lihat Juga :