Gara-gara Umur di PPDB, Yatim Piatu Berprestasi Ini Terancam Gagal Masuk Sekolah Negeri

Kamis, 02 Juli 2020 - 19:03 WIB
Aristawidya Maheswari (15), alumni siswi SMPN 92 Jakarta yang memiliki segudang prestasi ini terancam gagal masuk SMA/SMK Negeri.Foto/SINDOnews/Okto Rizki Alpino
JAKARTA - Aristawidya Maheswari (15), alumni siswi SMPN 92 Jakarta yang memiliki segudang prestasi sejak duduk dibangku Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) terancam gagal masuk SMA/SMK Negeri. Hal ini dikarenakan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang terkesan lebih mementingkan usia ketimbang prestasi siswa didik.

Sejak awal pembukaan PPDB online, Arista sapaan akrabnya menuturkan, keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) adalah bagian dari cita-citanya semala ini. Berbagai tahapan PPDB online telah dilalui, mulai dari jalur nonakademik, jalur afirmasi Kartu Jakarta Pintar (KJP), jalur zonasi dan jalur akademik semunya gagal lantaran terbentur usia.



"Saya Aristawidya Maheswari usia 15 tahun 8 bulan lebih 3 hari. Permasalahannya itu ada dikriteria seleksi yang memakai umur, kok bisa padahal dulu zonasi itu kan dilihat dari jarak rumah ke sekolah, tapi sekarang malah diambilnya dari umur," kata Arista saat ditemui di kediamannya, Rumah Susun Jatinegara Kaum, Pologadung, Jakarta Timur, Kamis (2/7/2020).

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!