Sulam Jelujur Tembus Amerika Serikat, Perajin Lampung Bangga
Sabtu, 10 September 2022 - 21:23 WIB
Namun semakin perkembangan zaman dan adanya dukungan serta pembinaan dari Pemprov Lampung maupun Pemkab Pesawaran, pajangan tersebut disulap menjadi memiliki barang yang memiliki harga jual.
"Kain sulam jelujur merupakan bagian dari sebuah peristiwa sejarah transmigrasi pertama di Indonesia pada tahun 1905 di Kabupaten Pesawaran. Ini merupakan rekam jejak dan warisan wastra Lampung yaitu kain tenun dengan teknik jelujur yang membentuk keragaman motif serta gambaran peristiwa yang terjadi pada sejarah transmigrasi saat itu," kata Yeni, Sabtu (10/9/2022).
Baca juga: Viral Video Ibu di Cianjur Minta Perlindungan Kapolres karena Diancam Anak Kandungnya
Ia mengatakan setelah mengetahui adanya warisan wastra yang ada di Kabupaten Pesawaran, pihak pemerintah setempat langsung memberikan pembinaan kepada para perajin dan membantu dalam memasarkan sulam jelujur kepada masyarakat luas.
"Sebelumnya, hasil kerajinan kita ini hanya digunakan untuk pajangan dan juga digunakan di rumah saja, tetapi karena melihat adanya nilai ekonomis di dalamnya, mulai lah kita memproduksi sedikit banyak untuk kita jualkan ke luar. Dari hasil itu juga dapat membantu perekonomian keluarga," ujarnya.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Riana Sari Arinal dan Yayasan Pertiwi Indonesia, yang telah ikut membantu memberikan pembinaan dan ikut mengembangkan sulam jelujur. "Hingga akhirnya karya kami dikenal masyarakat luas bahkan sampai luar negeri," ungkapnya.
"Kain sulam jelujur merupakan bagian dari sebuah peristiwa sejarah transmigrasi pertama di Indonesia pada tahun 1905 di Kabupaten Pesawaran. Ini merupakan rekam jejak dan warisan wastra Lampung yaitu kain tenun dengan teknik jelujur yang membentuk keragaman motif serta gambaran peristiwa yang terjadi pada sejarah transmigrasi saat itu," kata Yeni, Sabtu (10/9/2022).
Baca juga: Viral Video Ibu di Cianjur Minta Perlindungan Kapolres karena Diancam Anak Kandungnya
Ia mengatakan setelah mengetahui adanya warisan wastra yang ada di Kabupaten Pesawaran, pihak pemerintah setempat langsung memberikan pembinaan kepada para perajin dan membantu dalam memasarkan sulam jelujur kepada masyarakat luas.
"Sebelumnya, hasil kerajinan kita ini hanya digunakan untuk pajangan dan juga digunakan di rumah saja, tetapi karena melihat adanya nilai ekonomis di dalamnya, mulai lah kita memproduksi sedikit banyak untuk kita jualkan ke luar. Dari hasil itu juga dapat membantu perekonomian keluarga," ujarnya.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Riana Sari Arinal dan Yayasan Pertiwi Indonesia, yang telah ikut membantu memberikan pembinaan dan ikut mengembangkan sulam jelujur. "Hingga akhirnya karya kami dikenal masyarakat luas bahkan sampai luar negeri," ungkapnya.
Lihat Juga :