Untungkan Kalangan Mampu, Kebijakan Cabut Subsidi BBM Tuai Dukungan

Kamis, 01 September 2022 - 20:43 WIB
”Saat ini pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit karena recovery Covid 19 dan terdapak perang Rusia-Ukraina yang berefek ke sektor pangan dunia dan energi,” terangnya.

Husni juga menjelaskan akibat dampak yang ditimbulkan perang Rusia-Ukraina menyebabkan suply chain pasokan energi dunia mengalami tekanan yang signifikan menyebabkan APBN TA 2022 mengalami perubahan.

Sebab, dari asumsi awal Indonesian Crued Price/ICP sebesar 63 USD per barel menjadi 100 USD per barel pada pembahasan rapat kerja Badan Anggaran DPR RI dengan Pemerintah pada 19 Mei 2022 lalu.

Husni menjelaskan bahwa BBM bersubsidi dirasa lebih menguntungkan kalangan mampu ketimbang rakyat miskin, sehingga penyaluran subsidi lebih tepat disalurkan kepada kalangan yang lebih membutuhkan.

”KORPMA GPII juga mendukung penyaluran subsidi tepat sasaran sebagai langkah strategis pemerintah pulihkan ekonomi nasional, jadi kenaikan BBM ini dirasa sangat tepat untuk pemulihan ekonomi,” tandasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!