Untungkan Kalangan Mampu, Kebijakan Cabut Subsidi BBM Tuai Dukungan
Kamis, 01 September 2022 - 20:43 WIB
Ketua Umum KORPMA PP GPII, M Husni Hasan. Foto/MPI/Hambali
TANGERANG - Korps Mahasiswa Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (KORPMA PP GPII) mengapresiasi langkah pemerintah pusat terhadap kebijakan yang akan mencabut subsidi BBM pertalite dan solar.
”Terkait pencabutan subsidi BBM pertalite dan solar, kami mengapresiasi terhadap langkah yang diambil pemerintah Jokowi, ini bagian dari ikhtiar pemerintah pusat sebagai pemulihan ekonomi nasional,” ujar Ketua Umum KORPMA PP GPII, M Husni Hasan, Kamis (01/09/22).
Husni berargumen langkah tidak populis ini diambil karena saat ini penerimaan APBN sedang baik namun terbebani oleh subsidi BBM. Baca juga: Soal Subsidi BBM Pemerintah Harus Terbuka
”Per Juli 2022 penerimaan APBN mencapai Rp1.551 triliun. Tetapi kita hanya mendapat surplus sebesar 0,57 persen atau 106,1 triliun rupiah disebabkan beban subsidi pertalite dan solar,” ungkapnya.
Husni menjelaskan bahwa kondisi ekonomi yang sulit tidak hanya dirasakan oleh Indonesia tetapi juga negara-negara lain termasuk Uni Eropa. Hal ini disebabkan dua hal yaitu pemulihan ekonomi yang belum pulih karena pandemi Covid 19 dan dampak perang Rusia-Ukraina. Baca juga: Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
”Terkait pencabutan subsidi BBM pertalite dan solar, kami mengapresiasi terhadap langkah yang diambil pemerintah Jokowi, ini bagian dari ikhtiar pemerintah pusat sebagai pemulihan ekonomi nasional,” ujar Ketua Umum KORPMA PP GPII, M Husni Hasan, Kamis (01/09/22).
Husni berargumen langkah tidak populis ini diambil karena saat ini penerimaan APBN sedang baik namun terbebani oleh subsidi BBM. Baca juga: Soal Subsidi BBM Pemerintah Harus Terbuka
”Per Juli 2022 penerimaan APBN mencapai Rp1.551 triliun. Tetapi kita hanya mendapat surplus sebesar 0,57 persen atau 106,1 triliun rupiah disebabkan beban subsidi pertalite dan solar,” ungkapnya.
Husni menjelaskan bahwa kondisi ekonomi yang sulit tidak hanya dirasakan oleh Indonesia tetapi juga negara-negara lain termasuk Uni Eropa. Hal ini disebabkan dua hal yaitu pemulihan ekonomi yang belum pulih karena pandemi Covid 19 dan dampak perang Rusia-Ukraina. Baca juga: Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
Lihat Juga :