JIC Harus Jadi Pusat Perubahan Islam di Ibu Kota hingga Internasional

Rabu, 01 Juli 2020 - 12:20 WIB
Kiai Saltho menuturkan, AR-Rasyid Jakarta sudah mengirim surat resmi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar sosok seorang ketua dan pengurus (komisioner) JIC ke depan harus punya komitmen teguh dalam bekerja secara profesional dan seluruh aktivitasnya selalu berada dalam koridor syari'ah lslam, amanah dan bertanggung jawab.

"Memiliki kapabilitas, integritas dan kredibilitas yang baik secara akademik dan wawasan keislaman serta ahlakul karimah. Harus full time afresiatif, integritas dan kredibilitas yang kuat, profesional, solid dan handal. Lalu, berwawasan keislaman dan memiliki keahlian akademik serta pengembangan ekonomi umat," tuturnya.

Kiai Saltho juga meminta kepada semua pihak tidak memaksakan kehendak dan memberikan kesempatan kepada figur yang mampu menjadikan JIC sebagai motor pergerakan Islam dalam membangkitkan ekonomi ummat."Karena ini bukan lembaga politik, kita ingin Islam di Jakarta maju dan dikenal di dunia internasional. Dan tidak ada lagi yang hanya sekedar bikin acara seremonial. Ini wewenang Gubernur dan tidak ada yang bisa menekan," ucapnya.

Untuk diketahui, dalam waktu dekat kepengurusan atau komisioner JIC baru akan dilakukan penetapan. Berdasarkan Perda No 11/2014 tentang Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta, JIC merupakan lembaga pemerintah daerah yang terdiri dari unsur pemerintah daerah dan masyarakat (merupakan pelaksana pengelola JIC sebagai Badan Manajemen dan di bantu oleh Sekretariat merupakan bagian dari perangkat daerah/PNS).
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!