Kisah Gajah Mada Pimpin Pasukan Bhayangkara Tumpas Pemberontakan Ra Kuti

Minggu, 21 Agustus 2022 - 06:09 WIB
Namun ternyata, niat Ra Kuti membunuh Shri Jayanegara tidak kesampaian karena telah diketahui olah Gajah Mada. Raja Shri Jayanegara yang sedang tidur pulas diam-diam telah diangkat dan dibawa lari mengungsi oleh Gajah Mada.

Gajah Mada bersama 15 anak buahnya menyelamatkan raja dan membawanya ke lokasi aman di Desa Bedander, tepatnya di rumah Buyut Bedander.

Tiba-tiba seorang pengalasan atau pesuruh di rumah Buyut Bedander meminta pamit hendak ke Majapahit. Karena curiga orang tersebut adalah antek Ra Kuti, Gajah Mada dann pasukannya membunuh orang tersebut.

Bagi Gajah Mada, keamanan persembunyian Prabu Shri Jayanegara harus dijaga serapi dan serapat mungkin. Pada hari kelima, Gajah Mada meminta izin kepada Prabu Jayanegara untuk memantau perkembangan Ibu Kota Majapahit.

Setiba di Majapahit, Gajah Mada menemui para menteri dan prajurit. Para menteri dan prajurit bertanya tentang keselamatan Prabu Jayanegara. Pada awalnya, Gajah Mada berbohong. Dia mengatakan Sang Prabu Jayanegara tewas dibunuh kawan-kawan Ra Kuti. Mendengar hal itu, para menteri dan prajurit terlihat sangat berduka cita.

Melihat reaksi para menteri dan prajurit, Gajah Mada merasakan ada darah kesetiaan yang mengalir pada para menteri tersebut. Karena itu, Gajah Mada menceritakan hal sebenarnya bahwa Sang Prabu Jayanegara masih sehat dan segar bugar.

Gajah Mada lalu meminta perlindungan kepada para menteri itu untuk menumpas Ra Kuti dan bawahannya. Tidak berapa lama, Ra Kuti dan pasukannya berhasil disingkirkan oleh pasukan Bhayangkara dan para prajurit Majapahit yang setia di bawah pimpinan Gajah Mada.

Setelah Kerajaan Majapahit aman, Raja Shri Jayanegara pun diboyong kembali ke istana. Pemberontakan Ra Kuti pun akhirnya berhasil ditumpas oleh Gajah Mada beserta 15 prajurit Bhayangkara.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!