Polemik Rel KA, Anggota DPR Minta Pemkot Makassar-Pemprov Sulsel Berhenti Debat

Selasa, 09 Agustus 2022 - 20:07 WIB
"Saya sudah mencermati laporan yang sudah disampaikan Balai Kereta Api, tidak ada pemukiman padat yang dipotong di situ, hanya di dalamnya itu ada empang," tuturnya.

Meski begitu, dirinya tetap menghargai pemikiran Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, dan pihak lain yang menginginkan konsep rel elevated. Hanya saja, dia menginginkan agar semua pihak bersama-sama mencari solusi.

Dia khawatir, kondisi yang terjadi pada kereta cepat Jakarta-Bandung juga terjadi di kereta api Makassar-Parepare. Padahal, proyek ini memiliki nilai investasi yang cukup besar, mencapai Rp8 triliun.

Baca Juga: Makassar Mulai Petakan Jalur Rel Kereta Api Trans Sulawesi

"Saya menghargai pemikiran wali kota, tetapi dalam kondisi-kondisi seperti ini, kita bisa berpikir dengan baik. Jangan sampai kita berharap elevated, tapi malah mangkrak akibat tidak adanya biaya," urainya.

"Saya sangat paham bahwa keahlian wali kota dari sisi perencanaan itu baik, tetapi tentu harus juga memikirkan kondisi kondisi yang dihadapi oleh pemerintah. Mari sama sama mencari solusi, bahwa kalau mau memutuskan sesuatu, harus memikirkan masyarakat, termasuk anggarannya," sambung politisi Partai Golkar ini.

Dia menjelaskan, konsep kereta api yang dimulai di Sulsel ini adalah konsep kereta api Trans Sulawesi. Diharapkan kereta api Makassar-Parepare bisa selesai sehingga bisa dilanjutkan ke Mamuju, lalu memutar sampai ke Palu, kemudian ke Kendari, dan akhirnya tiba di Manado.

"Sehingga terhubunglah kereta api Trans Sulawesi. Itulah master plan kereta api ini, untuk jangka panjang," tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!