Jokowi Minta Pengambilan Paksa Jenazah COVID-19 Tak Terjadi Lagi
Senin, 29 Juni 2020 - 14:14 WIB
Dengan komunikasi yang baik, lanjut Jokowi, fenomena seperti membawa jenazah COVID-19 kabur dari rumah sakit tidak perlu terjadi lagi.
"Jangan sampai terjadi lagi merebut jenazah yang jelas Covid. Itu saya kira sebuah hal yang harus kita jaga tidak terjadi lagi setelah ini," ujarnya.
Jokowi juga menyoroti penolakan tes COVID-19 oleh beberapa kalangan masyarakat. Menurutnya, penolakan tes yang terjadi di masyarakat karena kurangnya sosialisasi.
"Kemudian pemeriksaan PCR maupun rapid test yang ditolak oleh masyarakat. Ini karena apa? Mungkin datang-datang pakai PCR, datang-datang rapid test. Belum ada penjelasan terlebih dahulu, sosialisasi dulu ke masyarakat yang akan didatangi. Sehingga yang terjadi adalah penolakan," pungkasnya.
Baca Juga: Sempat Diambil Paksa, Tim Gugus Jemput Kembali Jenazah Pasien COVID-19
"Jangan sampai terjadi lagi merebut jenazah yang jelas Covid. Itu saya kira sebuah hal yang harus kita jaga tidak terjadi lagi setelah ini," ujarnya.
Jokowi juga menyoroti penolakan tes COVID-19 oleh beberapa kalangan masyarakat. Menurutnya, penolakan tes yang terjadi di masyarakat karena kurangnya sosialisasi.
"Kemudian pemeriksaan PCR maupun rapid test yang ditolak oleh masyarakat. Ini karena apa? Mungkin datang-datang pakai PCR, datang-datang rapid test. Belum ada penjelasan terlebih dahulu, sosialisasi dulu ke masyarakat yang akan didatangi. Sehingga yang terjadi adalah penolakan," pungkasnya.
Baca Juga: Sempat Diambil Paksa, Tim Gugus Jemput Kembali Jenazah Pasien COVID-19
(agn)
Lihat Juga :