Ini 4 Kawasan Pandemi COVID-19 Tinggi di Surabaya
Sabtu, 27 Juni 2020 - 14:27 WIB
Ia melanjutkan, perhatian khusus dalam melawan pandemi ini adalah kedisiplinan untuk selalu menggunakan masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan. Ia juga meminta para RW ini untuk tidak segan-segan mengingatkan atau pun menegur warga yang tidak menggunakan masker.
“Kita jangan segan mengingatkan warga ketika tidak menggunakan masker, termasuk di warung-warung itu. Karena menurut para ahli, jika kita disiplin menggunakan masker, berarti kita sudah mengurangi 50 persen resiko penularan COVID-19 ini,” ucapnya.
Risma meminta kepada para RW itu untuk tetap menjaga jarak sekitar dua meter apabila hendak merayu pasien yang terkonfirmasi COVID-19 untuk isolasi diri di rumah sakit maupun Asrama Haji. Semua petugas pun diminta untuk selalu menjaga jarak dua meter apabila hendak merayu atau pun hendak menolong pasien Covid-19 itu.
“Kita tidak boleh sembrono, kita tidak boleh terlalu mendekat. Petugas apapun juga tidak boleh terlalu mendekat dengan pasien,” jelasnya.
Risma menambahkan, salah satu alasan Surabaya harus menerapkan tatanan normal baru dan tidak memperpanjang PSBB karena sudah banyak warga yang mengeluh. Ada yang mengeluh di PHK, tidak bisa jualan, hingga tidak bisa mencari nafkah untuk keluarganya.
“Kita jangan segan mengingatkan warga ketika tidak menggunakan masker, termasuk di warung-warung itu. Karena menurut para ahli, jika kita disiplin menggunakan masker, berarti kita sudah mengurangi 50 persen resiko penularan COVID-19 ini,” ucapnya.
Risma meminta kepada para RW itu untuk tetap menjaga jarak sekitar dua meter apabila hendak merayu pasien yang terkonfirmasi COVID-19 untuk isolasi diri di rumah sakit maupun Asrama Haji. Semua petugas pun diminta untuk selalu menjaga jarak dua meter apabila hendak merayu atau pun hendak menolong pasien Covid-19 itu.
“Kita tidak boleh sembrono, kita tidak boleh terlalu mendekat. Petugas apapun juga tidak boleh terlalu mendekat dengan pasien,” jelasnya.
Risma menambahkan, salah satu alasan Surabaya harus menerapkan tatanan normal baru dan tidak memperpanjang PSBB karena sudah banyak warga yang mengeluh. Ada yang mengeluh di PHK, tidak bisa jualan, hingga tidak bisa mencari nafkah untuk keluarganya.
Lihat Juga :