Aksi Viral Bupati Marah dan Protes ke Menteri karena BLT Dipersulit Ini Penjelasannya
Minggu, 26 April 2020 - 17:39 WIB
"BLT-nya kapan? Masih mau buka-buka rekening inilah, kriteria macam-macam lah. Negeri udah mau bangkrut, menteri-menteri masih pada ngeyel semua!," ungkap sang Bupati Boltim.
Aturan pemerintah pusat yang dianggap tidak adil ini membuat Bupati Sehan Landjar marah terutama terkait perbedaan jumlah bantuan antara PKH sebesar Rp100.000 dan BLT sebesar Rp600.000 yang dinilai tidak seimbang.
Menurut dia, pemerintah pusat memberikan bantuan dana BLT sebesar Rp600.000 kepada setiap kepala keluarga serta dana PKH sebesar Rp100.000 per keluarga.
Namun warga yang mendapatkan BLT tidak akan mendapatkan dana PKH serta bantuan sembako. Begitu juga warga yang telah mendapatkan dana PKH tidak akan mendapatkan bantuan sembako dan dana BLT.
Sehingga Bupati telah mengambil kebijakan bahwa warga yang hanya mendapatkan PKH juga akan mendapatkan bantuan sembako.
Aturan pemerintah pusat yang dianggap tidak adil ini membuat Bupati Sehan Landjar marah terutama terkait perbedaan jumlah bantuan antara PKH sebesar Rp100.000 dan BLT sebesar Rp600.000 yang dinilai tidak seimbang.
Menurut dia, pemerintah pusat memberikan bantuan dana BLT sebesar Rp600.000 kepada setiap kepala keluarga serta dana PKH sebesar Rp100.000 per keluarga.
Namun warga yang mendapatkan BLT tidak akan mendapatkan dana PKH serta bantuan sembako. Begitu juga warga yang telah mendapatkan dana PKH tidak akan mendapatkan bantuan sembako dan dana BLT.
Sehingga Bupati telah mengambil kebijakan bahwa warga yang hanya mendapatkan PKH juga akan mendapatkan bantuan sembako.
Lihat Juga :