Urus PPDB 2020, Ratusan Orang Tua di Bukittinggi Tak Patuhi Protokol Kesehatan
Kamis, 25 Juni 2020 - 15:12 WIB
Dedi, warga Mandiangin, Bukittinggi, salah satu orang tua siswa mengatakan, pengurusan persyaratan anaknya masuk SMA sudah makan waktu tiga hari sejak Selasa (23/6/2020) lalu.
Namun hingga Kamis siang, berkas yang diperlukan belum selesai sehingga Dedi tak dapat mendaftarkan anaknya ke sekolah.
"Saya ke sini melegalisir untuk syarat anak masuk sekolah. Harus dilegalisir untuk syarat anak masuk SMA. Jadi harus diperbarui semua, mulai dari KK, KTP, KK. Yang lama harus diganti," kata Dedi.
Sementara itu, petugas Disdukcapil Kota Bukittinggi mengemukakan, peningkatan jumlah pemohon untuk melegalisir dokumen identitas sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Rata-rata pemohon mencapai 500 orang per hari.
Kondisi berbeda terihat di SMPN 5 Bukittinggi, pusat PPDB 2020 tingkat SMP. Sekolah terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang tua siswa yang datang mendaftarkan anaknya masuk sekolah.
Namun hingga Kamis siang, berkas yang diperlukan belum selesai sehingga Dedi tak dapat mendaftarkan anaknya ke sekolah.
"Saya ke sini melegalisir untuk syarat anak masuk sekolah. Harus dilegalisir untuk syarat anak masuk SMA. Jadi harus diperbarui semua, mulai dari KK, KTP, KK. Yang lama harus diganti," kata Dedi.
Sementara itu, petugas Disdukcapil Kota Bukittinggi mengemukakan, peningkatan jumlah pemohon untuk melegalisir dokumen identitas sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Rata-rata pemohon mencapai 500 orang per hari.
Kondisi berbeda terihat di SMPN 5 Bukittinggi, pusat PPDB 2020 tingkat SMP. Sekolah terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang tua siswa yang datang mendaftarkan anaknya masuk sekolah.
Lihat Juga :